Dies Natalis ke-31, FTP SCU Dorong Integrasi Bahari dan Agraris demi Ketahanan Pangan Berkelanjutan
NYALANUSANTARA, Semarang - Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Soegijapranata Catholic University (SCU) menyelenggarakan Seminar Nasional “Harmoni Laut dan Darat: Integrasi Sistem Bahari dan Agraris untuk Pangan Berkelanjutan di Masa Depan” dalam rangka merayakan Dies Natalis ke-31. Berlangsung di Teater Fransiskus Assisi, Kampus 2 SCU BSB, Kamis (30/7), forum ini membahas tantangan serta peluang membangun sistem pangan yang tangguh dan berkelanjutan.
Bahasan ini menurut Dekan FTP SCU, Dr. Inneke Hantoro, S.TP, M.Sc. dilatarbelakangi karakteristik Kota Semarang sebagai kota metropolitan yang berada di kawasan pesisir sekaligus agraris. Ia menilai bahwa karakteristik ini perlu dipandang sebagai potensi yang dapat mendukung penguatan sistem pangan.
“Kota di Indonesia yang mungkin punya tipologi seperti Semarang itu tidak banyak, tetapi potensinya besar. Karena ini kota metropolitan tetapi punya 2 warna, pesisir dan juga pertanian yang sebenernya masih cukup besar,” katanya.
Tantangan Implementasi
Potensi lahan pertanian yang banyak berada di kawasan penyangga Kota Semarang berperan penting dalam keberlangsungan pangan di daerah urban. Menurut Dr. Inneke, lahan ini perlu dijaga dari ancaman alih fungsi, agar kontribusinya terhadap penyediaan pangan tidak hilang.
Kedua sektor ini, lanjut Dr. Inneke, juga perlu didukung dengan memaksimalkan pemanfaatan kearifan lokal. Namun demikian, hal ini menurutnya semakin luntur karena tekanan ekonomi. “Masyarakat bisa terdorong menjual hasil pangan yang sebelumnya dikonsumsi bersama untuk memenuhi kebutuhan hidup,” tuturnya. Maka dari itu, pemerintah perlu memberikan jaring pengaman untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan yang layak.
Perspektif lain oleh Wartawan Kompas, Ahmad Arif melihat bahwa ancaman lain datang dari perubahan iklim. Menurut riset yang dilakukan Kompas bersama BMKG, ada tren kenaikan suhu mencapai hampir 0,3°C pada siang hari dan mendekati 0,5°C pada malam hari per 10 tahun di Kawasan Pantai Utara Jawa. Kondisi ini menurut Ahmad berdampak pada produktivitas pertanian dan hasil tangkapan nelayan serta keselamatan dan kesehatan petani dan nelayan. “Kalau kita bicara tentang ketahanan pangan, salah satu concern yang harus diperhatikan adalah cara mengamankan produsen pangannya, yaitu petani dan nelayan,” tegasnya.
Upaya Pemangku Kebijakan
Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang, Eko Yuniarto, S.IP., M.M. mengatakan pihaknya telah berupaya dalam membangun sistem pangan berkelanjutan melalui kerja sama lintas sektor. “Kami melibatkan dinas terkait dan akademisi untuk menyusun kebijakan, seperti Perda tentang Ketahanan Pangan di Kota Semarang,” tuturnya.
Pihaknya juga mendorong diversifikasi pangan dengan memaksimalkan pemanfaatan pangan lokal. Salah satunya melalui program Bulir Padi yang diarahkan pada pemanfaatan lahan pekarangan untuk memenuhi kebutuhan pangan dan gizi keluarga. Program tersebut direncanakan dilakukan secara bertahap hingga menjangkau seluruh Kota Semarang. “Nanti orientasinya tidak hanya masyarakat menanam, melainkan juga pada pendampingan agar bisa berkembang dengan diversifikasi pangan yang lain,” terang Eko.
Topik Bahasan
Selain sejumlah narasumber di atas, forum ini juga menghadirkan Prof. Dr. Ir. Giyatmi, M.Si. (Ketua PATPI Pusat); Prof. Ir. V. Kristina Ananingsih, M.Sc, Ph.D (Guru Besar FTP SCU); Ainurrofik, S.K.M (Head of SHE & Sustainability Kalbe Nutritionals), serta; Prof. Dr. Theresia Dwi Hastuti, S.E., M.Si., Akt., CA., CPA., CGAA. (Dosen Fakultas Ilmu dan Teknologi Lingkungan (FITL) SCU). Beberapa topik yang dibahas antara lain teknologi dan inovasi pangan serta sudut pandang industri dalam mendorong praktik pangan yang berkelanjutan.
Dihadirkan pula ruang diseminasi paralel bagi peneliti maupun akademisi dengan fokus riset pada: teknologi pengolahan pangan dan hasil laut; sistem logistik dan rantai pasokan; nutrisi dan pangan fungsional; ketahanan pangan di tengah perubahan iklim, serta; kebijakan dan transformasi sosial-ekonomi sistem pangan berkelanjutan.
Editor: Admin
Terkait
NYALANUSANTARA, Jakarta– Tahun 2023 merupakan tahun yang berwarna…
NYALANUSANTARA, Kulonprogo- Kantor Basarnas Yogyakarta mengadakan Pelatihan Potensi…
NYALANUSANTARA, Mungkid- Guna memperingati HUT ke 79 RI,…
NYALANUSANTARA, Semarang – Soegijapranata Catholic University (SCU/ Unika Soegijapranata)…
Terkini
NYALANUSANTARA, Semarang – PT KAI Daop 4 Semarang…
NYALANUSANTARA, Semarang – PT Angkasa Pura Indonesia melalui…
NYALANUSANTARA, Semarang - Satlantas Polrestabes Semarang bersama Dinas…
NYALANUSANTARA, Semarang – Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani…
NYALANUSANTARA, Ungaran - Polres Semarang mengungkap kasus tindak…
NYALANUSANTARA, Ungaran - Aksi penjambretan terjadi di Jalan…
NYALANUSANTARA, Ungaran -- Kebakaran lahan terjadi di area…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Hyundai i30 Sedan generasi terbaru dipastikan hadir…
Semarang – Kawasan Lapangan Pancasila Simpang Lima Kota…
NYALANUSANTARA, Karimunjawa — Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani…
NYALANUSANTARA, Jakarta – Telkomsel meluncurkan Halo Optima, evolusi…

Komentar