Dies Natalis ke-44, SCU Pilih Kesederhanaan dengan Refleksi Kehadiran Kampus bagi Masyarakat

Dies Natalis ke-44, SCU Pilih Kesederhanaan dengan Refleksi Kehadiran Kampus bagi Masyarakat

“Tahun ini kami memilih tidak menonjolkan kemeriahan, tetapi menghadirkan ruang refleksi, dialog yang bermakna, dan kegiatan yang memberikan dampak nyata,” kata Gio sapaan akrabnya.

Karena itu, rangkaian kegiatan tidak hanya diisi seremoni, tetapi juga misa syukur, bakti sosial bersama Ikatan Alumni SCU, Festival Guru Transformatif, serta forum dialog publik yang menghadirkan narasumber dengan berbagai perspektif.

Meski menghadirkan tokoh-tokoh yang dikenal kritis terhadap pemerintah, Gio menegaskan tujuan kegiatan tersebut bukan untuk membangun narasi pesimistis ataupun sekadar melontarkan kritik. Menurutnya, Indonesia saat ini lebih membutuhkan tindakan nyata daripada sekadar narasi besar.

“Kami tidak ingin mengobral kritik. Yang ingin kami hadirkan adalah ruang untuk berpikir bersama mengenai apa yang bisa kita lakukan sesuai bidang masing-masing. Sebagai insan pendidikan, kami mungkin tidak turun ke jalan, tetapi kami bisa menyalakan semangat, nilai-nilai, dan harapan kepada mahasiswa serta masyarakat,” terangnya.

“Indonesia tidak hanya membutuhkan narasi besar. Perubahan justru dimulai dari tindakan-tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten di lingkungan masing-masing. Dari situlah dampak besar akan tumbuh,” tandas dia.

preferred sources in Google Searc


Editor: Holy

Komentar

Terkini