PINTAR DI JATENG Diluncurkan, Superapp Pendidikan Berbasis AI untuk Guru dan Siswa di Jawa Tengah

PINTAR DI JATENG Diluncurkan, Superapp Pendidikan Berbasis AI untuk Guru dan Siswa di Jawa Tengah

NYALANUSANTARA, Semarang— Upaya memperkuat layanan pendidikan berbasis data di Jawa Tengah memasuki babak baru. Balai Pengembangan Mutu Pembelajaran dan Teknologi Pendidikan (BPMPTP) Jawa Tengah resmi meluncurkan Platform Informasi Terpadu Aksi Responsif Pendidikan Jawa Tengah (PINTAR DI JATENG), sebuah platform informasi terpadu yang dirancang untuk membantu pemerintah menentukan intervensi pendidikan secara lebih cepat dan tepat sasaran.

PINTAR DI JATENG diperkenalkan dalam kegiatan Gebyar Pendidikan Jawa Tengah 2026 di Aula BPMPTP, Kota Semarang, Kamis (6/8/2026). Inovasi tersebut menjadi salah satu dari empat aksi perubahan kinerja organisasi yang diluncurkan dalam kegiatan bertema “Bersinergi, Berinovasi, Berdampak untuk Pendidikan Jawa Tengah”.

Kepala BPMPTP Jawa Tengah, Kristiawan Nurdianto, mengatakan PINTAR DI JATENG dikembangkan sebagai aplikasi terpadu yang menghimpun berbagai layanan pendidikan dalam satu platform. Sistem tersebut nantinya dapat digunakan oleh guru, siswa, sekolah, dan pemangku kebijakan pendidikan.

“PINTAR DI JATENG adalah platform informasi terpadu untuk aksi responsif pendidikan di Jawa Tengah. Isinya nanti semacam superapp yang mewadahi berbagai fitur pendidikan di Jateng,” ujar Kristiawan.

Pada tahap pengembangan, PINTAR DI JATENG akan menyediakan akses pelatihan bagi guru dan berbagai konten media pembelajaran yang terintegrasi dengan Rumah Pendidikan. Platform ini juga sedang dilengkapi fitur business intelligence berbasis kecerdasan artifisial melalui kerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital.

Fitur tersebut dirancang untuk mengintegrasikan berbagai sumber data, mulai dari data pendidikan, kondisi sosial, tingkat kerentanan masyarakat, sampai data kemiskinan. Seluruh informasi itu kemudian dianalisis untuk menghasilkan rekomendasi mengenai wilayah dan kelompok guru yang perlu menjadi prioritas pelatihan.

“Data pendidikan, data sosial, kerentanan sosial, kemudian data kemiskinan akan diintegrasikan menjadi satu. Dari sana akan muncul rekomendasi terkait sasaran pelatihan,” jelasnya.

Menurut Kristiawan, ketepatan sasaran pelatihan menjadi bagian krusial dalam peningkatan mutu pendidikan. BPMPTP memiliki tanggung jawab meningkatkan kompetensi guru, sehingga program pelatihan perlu diberikan berdasarkan kebutuhan nyata di setiap wilayah.

Data yang terintegrasi diharapkan dapat mencegah pelatihan diberikan secara umum tanpa mempertimbangkan kondisi sekolah dan masyarakat. Wilayah dengan kualitas pembelajaran rendah atau kerentanan sosial tinggi dapat lebih cepat diidentifikasi dan mendapat intervensi yang sesuai.

“Harapannya, ketika sasaran pelatihan semakin tepat, kualitas belajar dan pembelajaran di wilayah tersebut ikut meningkat. Kualitas pendidikan juga meningkat, kemudian dampak jangka panjangnya diharapkan dapat mendorong peningkatan ekonomi masyarakat,” katanya.

preferred sources in Google Searc


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini