Cegah Stunting di Desa Mojo Kendal, Mahasiswa KKN Undip Edukasi Warga tentang Pentingnya Kualitas Air Bersih

Cegah Stunting di Desa Mojo Kendal, Mahasiswa KKN Undip Edukasi Warga tentang Pentingnya Kualitas Air Bersih

NYALANUSANTARA, Kendal– Upaya pencegahan stunting tidak hanya dilakukan melalui pemenuhan gizi, tetapi juga melalui peningkatan kualitas lingkungan, termasuk memastikan air yang digunakan masyarakat memenuhi standar kelayakan. Melihat pentingnya hal tersebut, Tim II Kuliah Kerja Nyata Reguler (KKN-R) Universitas Diponegoro (Undip) Tahun 2026 memberikan edukasi kualitas air bersih kepada warga Desa Mojo, Kecamatan Ringinarum, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Kegiatan edukasi ini menjadi bagian dari sosialisasi bertajuk “Stop Pernikahan Dini Berbasis Komunitas Remaja Desa Mojo Ramah Anak” yang dilaksanakan pada Kamis, 24 Juli 2026 pukul 19.00 WIB di Balai Desa Mojo. Kegiatan tersebut diikuti oleh remaja dan warga setempat sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai hubungan antara kualitas air, kesehatan keluarga, dan pencegahan stunting.

Edukasi Kualitas Air Bersih sebagai Langkah Mewujudkan Keluarga Sehat
Mahasiswa KKN-R Undip mengangkat edukasi kualitas air karena masih terdapat masyarakat Desa Mojo yang menggunakan sumber air rumah tangga tanpa mengetahui secara pasti kondisi kelayakannya. Padahal, air yang digunakan sehari-hari memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan, terutama bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.

Air yang tidak layak konsumsi dapat meningkatkan risiko penyakit infeksi dan gangguan pencernaan yang berulang pada anak. Apabila kondisi tersebut berlangsung dalam jangka panjang, proses penyerapan nutrisi dapat terganggu dan berpotensi menyebabkan stunting.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan pemahaman mengenai ciri-ciri air bersih, sumber air yang layak digunakan, potensi pencemaran air di lingkungan rumah tangga, serta langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk menjaga kualitas air.

Penyampaian materi dilakukan secara interaktif dengan bahasa yang mudah dipahami oleh peserta dari berbagai kelompok usia. Mahasiswa menjelaskan bahwa kualitas air tidak hanya ditentukan dari kondisi fisiknya, tetapi juga dipengaruhi oleh berbagai parameter fisika, kimia, dan biologi.

Beberapa parameter yang diperkenalkan kepada masyarakat meliputi warna, bau, suhu, tingkat kekeruhan, tingkat keasaman atau pH, oksigen terlarut, serta kadar zat padat terlarut atau Total Dissolved Solid (TDS). Pemahaman mengenai parameter tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap air yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Setelah sesi penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi uji kualitas air sederhana menggunakan alat ukur pH dan TDS. Mahasiswa memperagakan proses pengujian mulai dari membilas elektroda, mencelupkan sensor ke dalam sampel air, hingga membaca hasil pengukuran.

Melalui demonstrasi tersebut, warga dapat melihat secara langsung bagaimana kondisi air dapat dianalisis berdasarkan tingkat keasaman dan jumlah zat padat terlarut. Kegiatan ini memberikan pengalaman nyata bagi masyarakat agar lebih peka terhadap kualitas air di lingkungan tempat tinggalnya.

preferred sources in Google Searc


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini