Universitas Paramadina dan Megawati Institute Bahas Jejak Liberalisme Ekonomi di Asia Tenggara

Universitas Paramadina dan Megawati Institute Bahas Jejak Liberalisme Ekonomi di Asia Tenggara

ISTIMEWA

NYALANUSANTARA, JAKARTA- Program Doktor Ilmu Manajemen dan Bisnis Universitas Paramadina bersama Megawati Institute menggelar kuliah umum dengan menghadirkan ekonom asal Malaysia, Prof. Jomo Kwame Sundaram. Kegiatan bertajuk “Sejak Kapan Kita Menjadi Liberal?: Sejarah Ilmu Ekonomi di Asia Tenggara” tersebut membahas perjalanan pemikiran ekonomi liberal serta pengaruhnya terhadap arah kebijakan negara-negara di kawasan.

Ketua Program Studi Doktor Ilmu Manajemen dan Bisnis Universitas Paramadina, Prof. Dr. Ahmad Badawi Saluy, menilai pemahaman mengenai sejarah ekonomi liberal penting untuk melihat perkembangan geopolitik dan kesejahteraan masyarakat di Asia Tenggara.

Menurut Badawi, sejarah ekonomi tidak hanya berbicara mengenai masa lalu, tetapi juga berkaitan erat dengan struktur sosial, kebijakan publik, serta persoalan ekonomi yang dihadapi masyarakat saat ini. Karena itu, diskusi mengenai liberalisasi diperlukan untuk melihat peluang sekaligus tantangan yang muncul dari penerapan mekanisme pasar.

Ia menegaskan Universitas Paramadina berkomitmen mempertahankan tradisi akademik yang kritis dengan mendorong lahirnya pemikiran ekonomi yang tidak hanya mengejar efisiensi pasar, tetapi juga mempertimbangkan aspek keadilan sosial.

Diskusi tersebut dimoderatori Sekretaris Program Doktor Ilmu Manajemen dan Bisnis Universitas Paramadina, Dr. Diin Fitri Ande.

Liberalisme Memiliki Makna yang Beragam

Dalam pemaparannya, Prof. Jomo menjelaskan bahwa liberalisme tidak mempunyai satu definisi yang berlaku secara universal. Maknanya dapat berubah bergantung pada konteks sejarah, kondisi negara, serta kepentingan politik yang melatarbelakanginya.

Karena itu, ia mengingatkan agar istilah liberalisme dalam kebijakan ekonomi tidak diterima begitu saja tanpa melihat siapa yang menggunakannya dan kepentingan apa yang menyertainya.

Menurut Prof. Jomo, berbagai teori ekonomi yang saat ini kerap dianggap sebagai konsep universal sebenarnya lahir dari kondisi sejarah tertentu. Perkembangan pemikiran tersebut tidak dapat dilepaskan dari kolonialisme, imperialisme, perubahan politik global, maupun pembentukan lembaga ekonomi internasional.

Ia juga menilai teori ekonomi tidak selalu dapat diterapkan secara langsung di negara lain karena setiap negara memiliki latar belakang sejarah dan struktur ekonomi yang berbeda.

preferred sources in Google Searc


Editor: Lulu

Komentar

Terkini