Kisah Friska Saragih, Alumni UNAIR yang Dorong Tilapia Danau Toba Go Global

Kisah Friska Saragih, Alumni UNAIR yang Dorong Tilapia Danau Toba Go Global

“Tilapia bukan sekadar komoditas—melainkan bagian dari solusi ketahanan pangan dunia,” ujarnya.

Ia melihat tilapia memiliki potensi besar sebagai sumber protein untuk menjawab kebutuhan pangan global. Namun, potensi tersebut harus dikembangkan dengan tetap menjaga keberlanjutan ekosistem perairan.

Pengalaman yang dimilikinya di industri juga dibagikan kepada generasi berikutnya. Friska aktif menjadi narasumber di sekolah dan perguruan tinggi serta mendampingi mahasiswa yang menjalani internship maupun penelitian.

Dalam menjalankan peran sebagai pemimpin, ia juga menempatkan komunikasi sebagai fondasi dalam membangun tim. Terlebih, tim yang dipimpinnya didominasi laki-laki.

“Kemampuan tidak mengenal batas gender,” tegasnya.

Bagi Friska, kepemimpinan dibangun dengan memberikan apresiasi, membuka komunikasi dua arah, serta melibatkan anggota tim dalam pengambilan keputusan.

Setelah lebih dari 20 tahun berkecimpung di industri akuakultur, ia masih melihat banyak ruang untuk berkembang. Pengembangan KING Tilapia menjadi salah satu fokus yang ingin terus didorongnya, sembari membuka peluang untuk melanjutkan pendidikan dan berkontribusi di dunia akademik.

Friska memandang akuakultur bukan hanya sebagai bidang pekerjaan, tetapi sebagai perjalanan panjang yang memberinya ruang untuk belajar sekaligus memberikan manfaat.

“Akuakultur bukan sekadar pekerjaan. Ini adalah rumah, tempat saya bertumbuh, belajar, dan memberi makna,” pungkasnya.

preferred sources in Google Searc


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini