Marak Kasus Kekerasan dan Pelecehan pada Anak, Pelaku Bisa Kerabat Terdekat Anak
Dr. Ike Herdiana MPsi Psikolog, Dosen Ahli Psikologi Sosial dari Universitas Airlangga
NYALANUSANTARA, Surabaya - Perlindungan terhadap anak menjadi fokus utama dalam masyarakat, namun ancaman kekerasan dan pelecehan terhadap anak semakin meresahkan.
Bahkan, yang lebih mengejutkan adalah bahwa pelaku kekerasan tersebut seringkali adalah kerabat terdekat anak, bahkan orang tua kandung.
Menurut data yang dirilis oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada kuartal akhir tahun 2023, lebih dari setengah dari 1056 pelanggaran hak anak dilaporkan berasal dari lingkungan keluarga dan pengasuh alternatif. Ini menyoroti sebuah masalah serius yang harus menjadi perhatian bersama.
Dr. Ike Herdiana MPsi Psikolog, seorang Dosen Ahli Psikologi Sosial dari Universitas Airlangga, menjelaskan bahwa faktor-faktor seperti kemiskinan, pendidikan rendah, dan konflik perkawinan bisa memengaruhi perilaku kekerasan terhadap anak.
Bahkan, masyarakat seringkali menormalisasi tindakan keras orang tua sebagai bentuk disiplin, memperumit pemahaman akan pentingnya perlindungan anak.
“Masyarakat kerap menormalisasi kekerasan orang tua terhadap anak berkedok pendisiplinan, dan lainnya,” tutur Dr Ike.
“Lebih banyak faktor kemiskinan, kurangnya wawasan, pendidikan rendah dan faktor personal lain. Pelaku juga bisa saja orang yang memiliki masa lalu buruk sebagai korban atau berasal dari keluarga yang tidak harmonis, hingga konflik dengan perkawinan,” lanjutnya.
Perilaku kekerasan dan pelecehan memiliki dampak psikologis yang serius pada anak. Dr. Ike mengungkapkan bahwa anak yang menjadi korban cenderung mengalami perasaan pantas mendapatkan perlakuan buruk, bersalah, malu, dan tidak berdaya.
Hal ini bisa berujung pada masalah tidur, konsentrasi, dan bahkan aktivitas yang mereka sukai.
Langkah penanganan menjadi penting untuk mencegah peristiwa serupa terulang. Dr. Ike menekankan perlunya memindahkan anak ke rumah aman agar menjauh dari pelaku, memberikan pendampingan psikologis, dan memastikan pelaku dijalani proses hukum.
“Intinya, anak harus dijauhkan dari pelaku, pendampingan piskologis tetap harus dilakukan, dan pelaku harus diproses secara hukum,” ujarnya.
Membangun suasana rumah yang sehat dan ramah anak menjadi kunci dalam mencegah kekerasan dan pelecehan.
Orang tua perlu mendisiplinkan anak dengan penuh pertimbangan, tanpa kekerasan. Selain itu, penting bagi mereka untuk mengenali tanda-tanda anak sebagai korban dan memberikan dukungan dalam proses pemulihan.
“Disiplinkan anak dengan penuh pertimbangan, jangan dalam keadaan kesal, periksa segala tindakan dan perkataan sudah baik atau belum, karena masalah dapat diselesaikan tanpa memukul atau membentak,” ujar Dr Ike.
Kesadaran akan hak anak dan membangun hubungan positif serta harmonis dengan mereka juga merupakan langkah penting dalam upaya pencegahan.
Dengan demikian, dapat diharapkan bahwa kasus kekerasan dan pelecehan terhadap anak dapat diminimalisir, dan anak-anak bisa tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang aman dan mendukung.
Editor: Admin
Terkait
NYALANUSANTARA, Surabaya - Zakat, sebagai salah satu pilar…
NYALANUSANTARA, Surabaya - Universitas Airlangga (UNAIR) terus menorehkan…
NYALANUSANTARA, Surabaya - Universitas Airlangga (UNAIR) bersama Kementerian…
Terkini
NYALANUSANTARA, Semarang– Grand Candi Hotel Semarang mempertemukan puluhan…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Ekspansi merek otomotif China ke pasar Indonesia…
NYALAUSATARA, JAKARTA- Pabrikan otomotif asal China, iCAR, terus memperluas…
NYALANUSANTARA, SHENZHEN- Menjelang penyelenggaraan Pertemuan Para Pemimpin Ekonomi Kerja…
Semarang - Suasana penuh semangat dalam menyambut Hari…
NYALANUSANTARA, AGAM- Seekor harimau Sumatra betina berhasil dievakuasi menggunakan…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan Republik…
NYALANUSANTARA, YUNAN- Provinsi Yunnan di China dan Provinsi Bali…
NYALANUSANTARA, Semarang– ASTON Inn Pandanaran Semarang memperkuat hubungan…
NYALANUSANTARA, Semarang– Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyalurkan sebanyak…
NYALANUSANTARA, Semarang— Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang melalui…

Komentar