YOUNITY 2026 UNAIR Bahas Masyarakat Digital dan Ketahanan Manusia
ISTIMEWA
NYALANUSANTARA, SURABAYA- Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar Youth Community in Digital Society (YOUNITY) 2026 melalui kolaborasi Sekolah Pascasarjana, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Ilmu Budaya (FIB), serta Fakultas Psikologi. Program tersebut berlangsung pada 31 Agustus hingga 5 September 2026 dengan mengangkat tema “From Digital Society to Human Resilience: Shaping a Sustainable Future Together.”
YOUNITY 2026 menjadi wadah pertukaran akademik dan budaya bagi mahasiswa dari berbagai negara. Program ini dirancang dengan menggabungkan pembelajaran lintas disiplin, interaksi antarbudaya, serta pembahasan mengenai transformasi digital, ketahanan manusia, keberlanjutan, dan kesadaran budaya.
Melalui berbagai agenda yang disiapkan, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga dapat bertukar perspektif dan memahami lingkungan sosial serta budaya Indonesia secara langsung.
Memasuki hari kedua pada Rabu, 2 September 2026, FISIP UNAIR menjadi salah satu lokasi kegiatan akademik YOUNITY 2026. Para peserta mengikuti kuliah tamu bertajuk “The Sociology of the Digital Society” yang mengulas perkembangan masyarakat digital dari sudut pandang sosiologi.
Salah satu sesi yang diberikan bertajuk “Living in a Datafied Society”. Materi tersebut membahas bagaimana kehidupan masyarakat semakin dipengaruhi oleh pengumpulan dan pemanfaatan data dalam ruang digital. Fenomena kapitalisme pengawasan menjadi salah satu isu yang dibahas karena aktivitas masyarakat kini menghasilkan jejak data dalam jumlah besar.
Persoalan tersebut semakin kompleks seiring derasnya arus informasi dan perkembangan kecerdasan buatan (AI). Kondisi ini membuat masyarakat perlu memiliki kemampuan lebih kritis dalam memahami, mengevaluasi, dan menyaring berbagai informasi yang diterima.
Pemateri Nur Syamsiyah mengatakan masyarakat perlu mengambil peran aktif dalam menghadapi perubahan digital. Menurutnya, kemampuan yang dibutuhkan tidak cukup hanya berupa literasi digital, tetapi perlu berkembang menjadi meta-literasi.
Ia menjelaskan bahwa masyarakat bukan hanya menghadapi masa depan digital yang sudah terbentuk, melainkan turut memiliki peran dalam membangun arah perkembangan masyarakat berbasis data dan teknologi.
Setelah sesi akademik selesai, peserta mengikuti briefing dan persiapan teknis sebelum melanjutkan agenda Surabaya City Tour. Mereka kemudian mengunjungi Museum Bank Indonesia (BI) dan Museum Tugu Pahlawan untuk mempelajari sejarah sekaligus mengenal perkembangan Kota Surabaya.
Perpaduan kegiatan akademik dengan pengalaman langsung di lapangan memberikan kesempatan kepada peserta YOUNITY 2026 untuk memperluas pemahaman mengenai masyarakat digital sekaligus mengenal sejarah dan budaya lokal.
Editor: Lulu
Terkini
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Drama SBS terbaru, “Doctor X: The Age…
NYALANUSANTARA, DEPOK- Infinix Smart 20 HD resmi diluncurkan di…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- OnePlus dikabarkan tengah menyiapkan seri Ace 7…
NYALANUSANTARA, Semarang - Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng…
KUASAKATACOM, Ungaran - Beredar di sejumlah akun media…
NYALANUSANTARA, Semarang – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi…
NYALANUSANTARA, Semarang – Unwahas Semarang kembali menorehkan langkah…
Serial web Dupahiya Musim 2 kembali menghadirkan Gajraj…
NYALANUSANTARA, Riau – Tim Pembina Samsat Nasional terus…
NYALANUSANTARA, Semarang – Polda Jateng menggelar Upacara Serah…
NYALANUSANTARA, Semarang – Kepala Kanwil Kemenkumm Jateng, Heni…

Komentar