Popularitas Paylater Melejit di Kalangan Generasi Muda, Ini Kata Pakar Ekonomi UNAIR

Popularitas Paylater Melejit di Kalangan Generasi Muda, Ini Kata Pakar Ekonomi UNAIR

Pakar Ekonomi Universitas Airlangga (UNAIR), Bayu Arie Fianto SE MBA PhD.

NYALANUSANTARA, Surabaya – Layanan Paylater di Indonesia mengalami pertumbuhan signifikan, terutama di kalangan Generasi Z, yang dikenal cepat mengadopsi teknologi baru dan aktif berbelanja online.

Pakar Ekonomi Universitas Airlangga (UNAIR), Bayu Arie Fianto SE MBA PhD, mengungkapkan bahwa popularitas Paylater sangat tinggi di generasi muda ini.

Bayu Arie Fianto menjelaskan bahwa salah satu faktor utama Paylater menjadi populer adalah kemudahannya dalam memberikan kredit tanpa proses penilaian yang ketat.

"Generasi muda Indonesia mudah mengadopsi teknologi baru dan berbelanja di e-commerce. Dengan adanya penawaran dari fintech yang terhubung dengan e-commerce, pertumbuhan Paylater ini tentu meningkat pesat," ujarnya.

Dampak Positif dan Negatif

Bayu Arie, yang juga merupakan dosen ekonomi syariah, menyebutkan bahwa sebelumnya pengajuan kredit melalui bank memerlukan pengecekan sumber penghasilan dan kondisi bisnis. Kini, kredit untuk kebutuhan konsumtif kecil mudah diperoleh melalui Paylater.

Namun, ia menekankan bahwa generasi muda harus memahami kemampuan finansial mereka sebelum memutuskan menggunakan Paylater. Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memahami literasi keuangan dengan baik.

"Namun, ada dua sisi dampak dari pertumbuhan ini. Di satu sisi, kredit Paylater dapat mendorong perekonomian. Di sisi lain, generasi muda yang kurang literasi finansial bisa terjebak dalam hutang yang tidak perlu," tambahnya.

Bayu Arie juga menekankan pentingnya regulasi untuk memastikan fintech Paylater memenuhi syarat, transparan, dan menjaga keamanan data nasabah.

Semua fintech harus mendaftar dan memenuhi syarat-syarat tertentu, termasuk transparansi dalam hal prosedur, bunga, margin bagi hasil, dan tata cara pembayaran.


Editor: Admin

Terkait

Komentar

Terkini