Profesor Josef Ungkap Potensi Limbah Cangkang Kepiting untuk Prostodonsia
Prof Dr Michael Josef Kridanto Kamadjaja drg MKes SpPros subsp PKIKG (K), Guru Besar Universitas Airlangga.
NYALANUSANTARA, Surabaya - Prof Dr Michael Josef Kridanto Kamadjaja drg MKes SpPros subsp PKIKG (K) resmi sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Complex Prostodonsia and Dental Implant/Scaffold. Upacara pengukuhan guru besar Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UNAIR tersebut berlangsung pada Rabu (27/12/2023) di Aula Garuda Mukti, Kampus MERR (C), UNAIR.
Dalam kegiatannya, Prof Josef membawakan pidato yang berjudul Potensi Scaffold Tiga Dimensi Hidroksiapatit dari Bahan Limbah Cangkang Kepiting pada Bidang Prostodonsia.
Pada pidatonya, ia menggali potensi limbah cangkang kepiting untuk aplikasi dalam bidang kedokteran gigi, khususnya prostodonsia.
“Rongga mulut memiliki peranan penting bagi manusia. Jika kondisi buruk dan tidak dirawat dengan baik, dapat mengganggu fungsi rongga mulut, sehingga dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang,” ujarnya.
Peran Krusial Tulang Alveolar
Ia pun menyoroti pentingnya kesehatan gigi dan mulut sebagai bagian integral dari kesehatan tubuh manusia. Melalui data RISKESDAS 2018, ia menyampaikan bahwa prevalensi masalah gigi dan mulut di Indonesia mencapai 57,6%, hal itu menunjukkan urgensi perhatian terhadap bidang kedokteran gigi.
Pada bidang prostodonsia, Prof Michael menekankan peran krusial tulang alveolar sebagai penyangga gigi tiruan dan implan. Apabila dimensi tulang alveolar mengalami penurunan, maka dapat menyebabkan risiko kegagalan perawatan implan gigi tiruan.
“Oleh karena itu, rekayasa jaringan menjadi penting sebagai alternatif perawatan regeneratif
untuk mengembalikan fungsi jaringan yang hilang,” pungkasnya.
Potensi Limbang Cangkang Kepiting
Penelitian Prof Michael juga mengeksplorasi potensi hidroksiapatit dari limbah cangkang kepiting sebagai scaffold.
Dengan sifat biokompatibilitas, bioaktivitas, dan osteokonduktivitas yang baik, hidroksiapatit akan dapat digunakan dalam rekayasa jaringan untuk merekonstruksi jaringan tulang yang rusak.
"Hidroksiapatit memiliki struktur yang mirip dengan tulang manusia, menjadikannya potensial sebagai pembuatan tulang sintetik," ungkap Prof Michael.
Limbah cangkang kepiting, yang kaya akan senyawa organik dan anorganik, terutama kitin, dapat diolah menjadi hidroksiapatit.
Ia menekankan pentingnya biokompatibilitas dalam pembuatan hidroksiapatit graft dari cangkang kepiting, yang langsung berhubungan dengan keberhasilan dalam osteokonduktivitas, osteoinduksi, dan osteogenesis.
Dirinya berharap hal itu dapat melahirkan inovasi dalam pembuatan scaffold tiga dimensi yang dapat digunakan secara komersial dalam bidang prostodonsia.
Ia menegaskan perlunya penelitian lanjutan, baik in vitro maupun in vivo, untuk menguji karakteristik scaffold dan mempersiapkannya untuk pemakaian klinis pada manusia.
Editor: Admin
Terkait
NYALANUSANTARA, Surabaya – Prof Dr Gadis Meinar Sari…
NYALANUSANTARA, Surabaya – Luka bakar merupakan masalah serius…
NYALANUSANTARA, Surabaya – Prof Dr Gondo Mastutik drh…
Terkini
Film aksi thriller Kattalan yang dibintangi Antony Varghese…
NYALANUSANTARA, Bekasi– Pergerakan barang dari kawasan industri menuju…
NYALANUSANTARA, Jakarta- Selama kunjungan Presiden Rusia Vladimir Putin…
NYALANUSANTARA, Jakarta– Pemerintah bergerak cepat menangani dampak gempa…
Semarang – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, bersama…
NYALANUSANTARA, Jakarta- Jam tangan pintar atau smartwatch kini…
NYALANUSANTARA, Magelang– Ratusan tahun perjalanan pesantren di Watucongol…
NYALANUSANTARA, Demak– Selama hampir dua dekade, suara air…
NYALANUSANTARA, Kendal — Potensi pertanian, perkebunan, serta kekuatan…
NYALANUSANTARA, Wonosobo– Selama bertahun-tahun, perjalanan menuju rumah sakit…
NYALANUSANTARA, Kendal – Universitas Wahid Hasyim atau Unwahas…

Komentar