Guru Besar UNAIR Usulkan Sukuk sebagai Model Pembiayaan Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia

Guru Besar UNAIR Usulkan Sukuk sebagai Model Pembiayaan Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia

Prof Dr Nisful Laila SE Mcomm, Guru Besar Universitas Airlangga.

NYALANUSANTARA, Surabaya - Guru Besar Universitas Airlangga (UNAIR) Prof Dr Nisful Laila SE Mcomm baru saja menerima sidang pengukuhannya pada Rabu (27/12/2023).

Dalam gelaran itu, ia menyampaikan orasinya yang berjudul Sukuk Negara sebagai Model Pembiayaan Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Prof Nisful menyoroti kompleksitas permasalahan pembangunan yang ada di Indonesia. Ia menyayangkan fakta bahwa permasalahan-permasalahan itu merujuk pada isu krusial, seperti kemiskinan, pendidikan, ketimpangan, hingga tingkat pengeluaran negara.

Untuk mengatasi semua permasalahan itu, tentu negara memerlukan pembiayaan yang tidak sedikit. Pendapatan tersebut berasal dari pendapatan negara dan pembiayaan yang masih melibatkan utang yang sangat besar.

Risiko Utang Negara

Utang tentu saja membawa dampak yang berisiko bagi negara yang berhutang. Prof Nisful merinci risiko itu menjadi tiga, yakni risiko perubahan nilai kurs, peningkatan beban pemerintah, hingga risiko kedaulatan.

“Dalam hal ini, kedaulatan pemerintah bisa mengalami ancaman karena pihak kreditur seringkali memaksakan klausul-klausul yang melemahkan posisi negara dalam perjanjian utang-piutang tersebut,” jelasnya.

Dalam kacamata ekonomi syariah, utang tersebut juga menjadi salah satu bentuk riba mengingat keberadaan bunga utang. Dengan demikian, Prof Nisful merekomendasikan satu model pembiayaan yang lebih aman secara risiko dan syariat dengan sukuk.

Model Sukuk

Negara tentu membutuhkan pembiayaan pembangunan, tetapi di sisi lain islam telah melarang tegas praktik riba. Maka dari itu, Prof Nisful menyatakan bahwa sukuk menjadi salah satu alternatif potensial untuk menekan utang.

preferred sources in Google Searc


Editor: Admin

Terkait

Komentar

Terkini