Guru Besar UNAIR Paparkan Penerapan Antibiotika yang Rasional pada Tatalaksana Sepsis Neonatorum

Guru Besar UNAIR Paparkan Penerapan Antibiotika yang Rasional pada Tatalaksana Sepsis Neonatorum

Prof Dr Martono Tri Utomo dr Sp A(K), Guru Besar Universitas Airlangga.

NYALANUSANTARA, Surabaya - Prof Dr Martono Tri Utomo dr Sp A(K) melakukan orasi ilmiah berdasarkan penelitiannya yang berjudul “Penerapan Antibiotika yang Rasional pada Tatalaksana Sepsis Neonatorum”. 

Orasi itu ia sampaikan langsung dalam sidang terbuka pengukuhan guru besar pada Rabu (27/11/2023) di Aula Garuda Mukti, Kampus MERR-C, UNAIR. Dalam acara itu, ia resmi menyandang gelar guru besar dalam Bidang Ilmu Sepsis Neonatorum.

Sepsis neonatorum merupakan sindrom klinis penyakit sistemik yang disebabkan oleh adanya bakteremia yang terjadi pada bulan pertama kehidupan. 

Insiden sepsis neonatorum telah diteliti pada beberapa negara, diperkirakan terdapat 1,3 juta hingga 3,9 juta kasus sepsis neonatorum pertahun dan 400.000 hingga 700.000 kematian pertahun pada seluruh dunia.

“Latar belakang saya melakukan penelitian ini adalah masih banyaknya Sepsis Neonatorum pada dunia, termasuk Indonesia. Hal itu seiring dengan, menanjak naiknya kuman antibiotik, sehingga perlu adanya peta kuman pada setiap daerah,” tutur Prof Martono.

Sepsis Awitan Dini dan Lambat

Prof Martono menerangkan, Sepsis Neonatorum dapat diklasifikasikan berdasarkan awitan terjadinya, yaitu menjadi sepsis awitan dini dan sepsis awitan lambat.

“Mayoritas, mendefinisikan mayoritas mendefinisikan sepsis awitan dini dengan sepsis yang terjadi pada usia kurang dari 72 jam yang berhubungan dengan transmisi vertikal. Sedangkan pada sepsis awitan lambat terjadi pada usia lebih dari 72 jam yang berhubungan dengan transmisi horizontal,” terang Prof Martono.

Prof Martono melanjutkan, pada Sepsis Neonatorum sebagian besar bayi menunjukkan tanda dan gejala yang abnormal dalam 24 jam pertama kehidupan. 

Beberapa rekomendasi, lanjutnya, untuk mendiagnosis sepsis awitan dini dapat dengan menggunakan algoritma Polin dan kalkulator sepsis.


Editor: Admin

Terkait

Komentar

Terkini