Ide Muncul saat Kekeringan, Peneliti dari Unnes Hadirkan Alat Pengubah Udara jadi Air Bersih

Ide Muncul saat Kekeringan, Peneliti dari Unnes Hadirkan Alat Pengubah Udara jadi Air Bersih

NYALANUSANTARA, Semarang - Air bersih menjadi salah satu kebutuhan pokok masyarakat. Sayangnya, air bersih yang siap minum sering kali tidak mudah diperoleh ketika kekeringan melanda. Beberapa daerah di pesisir memiliki air melimpah namun payau sehingga tidak layak dikonsumsi.

Untuk menjawab itu, Prof Prof. Samsudin Anis dari Universitas Negeri Semarang (UNNES)  mengembangkan alat yang mampu mengubah udara menjadi air minum bersih. Alat ini diharapkan bisa menjadi solusi bagi Masyarakat yang dilanda kekeringan.

Alat yang dikembangkan Prof. Samsudin Anis bernama Atmospheric Water Maker (AWM). Mesin ini mengekstraksi kelembapan dari udara melalui proses filtrasi dan kondensasi. Air yang terkumpul kemudian dimurnikan hingga memenuhi standar air minum, menghasilkan air yang aman untuk dikonsumsi.

Gagasan ini lahir dari seringnya terjadi kekeringan di wilayah selatan Jawa dan kawasan timur Indonesia, daerah-daerah yang kerap menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih.

Prof. Samsudin mengatakan teknologi ini dirancang untuk menjadi penolong bagi warga yang mengalami krisis air. Ia berharap perangkat ini dapat menjadi inovasi nasional, mengingat Indonesia belum memiliki teknologi serupa.

“Ide ini berasal dari masalah nyata yang dihadapi masyarakat. Di beberapa daerah pesisir, termasuk Kalimantan, air memang banyak tetapi berupa air payau. Alat ini diharapkan bisa menjadi solusi,” ujar Prof. Samsudin, Jumat 22 Agustus 2025.

Untuk mengembangkan risetnya, Prof Anis telah bekerja sama dengan perusahaan elektronik untuk menyiapkan produksi massal perangkat tersebut. Kolaborasi ini diharapkan mempercepat langkah dari laboratorium menuju pasar, sehingga AWM dapat diakses oleh rumah tangga dan masyarakat di berbagai wilayah.


Editor: Holy

Komentar

Terkini