UPGRIS Dorong Optimalisasi Buah Nanas untuk Tingkatkan Green Economy Desa Mendelem Pemalang
NYALANUSANTARA, Pemalang - Program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) dengan penerapan Green Economy di Desa Mendelem, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang merupakan program pemberdayaan potensi desa oleh kampus yang didanai oleh DRTPM Kemenristek DIKTI. Program ini memasuki tahun kedua, kegiatan yang dilakukan memberikan refleksi awal dan menggali permasalahan yang dihadapi mitra.
Kegiatan dilaksanakan di balai Desa Mendelem dengan fokus kegiatan pada penguatan green economy, pembuatan serat nanas, pembuatan cuka nanas, pembuatan eco-enzyme dan panen eco-enzyme. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka untuk mengoptimalisasi kelompok tani hutan dan PKK Desa Mendelem dalam meningkatkan pendapatan perekonomian masyarakat dengan memanfaatkan komoditas unggulan nanas di Desa Mendelem.
Kegiatan ini dilaksanakan baru-baru ini yang dihadiri lebih dari 25 peserta dari perwakilan kelompok tani hutan dan PKK Desa Mendelem, serta perangkat Desa Mendelem. Kegiatan diawali dengan pembukaan dari Kepala Desa Mendelem yaitu Bapak Saryo yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan sekaligus penjelasan program yang akan dilaksanakan kepada peserta oleh ketua program PDB (Pemberdayaan Desa Binaan) yaitu Dr. Siti Patonah, M.Pd dengan anggota diantaranya Hisyam Ma’mun, S.T., M.T, dan Ervina Eka Subekti, S.Si., M.Pd dari Universitas PGRI Semarang, serta Ir. Eka Adi Supriyanto, M. P dari Universitas Pekalongan. yang menyampaikan bahwa program ini bertujuan untuk memberdayakan nanas masyarakat Desa Mendelem agar meningkat perekonomiannya melalui optimalisasi sumber daya alam yang berkelanjutan.
“Nanas tidak hanya dimanfaatkan buahnya untuk diolah menjadi berbagai produk namun juga pemanfaatan sisa produk untuk mengurangi permasalahan limbah dan menaikkan nilai jual. Proses memberdayakan masyarakat bukanlah hal yang mudah sehingga diperlukan refleksi dan pengulangan informasi dengan tujuan masyarakat dapat lebih memahami dan dapat mengaplikasikannya dengan baik,” ungkap Patonah, Senin 25 Agustus 2025.
“Kegiatan dilakukan secara periodik dan berkelanjutan untuk mencapai target dari kegiatan ini, yaitu dapat meningkatkan perekenomian masyarakat. Selain tim dosen yang solid, kegiatan ini juga didukung oleh tim mahasiswa yang kompeten dalam mendampingi masyarakat. Sebagai tindak lanjut kegiatan berikutnya, dibentuk kelompok WA Group untuk memberikan pendampingan dan motivasi kelompok dalam melaksanakan kegiatan secara optimal,” imbuh Saryo.
Editor: Holy
Terkini
NYALANUSANTARA, SHENZHEN- Menjelang penyelenggaraan Pertemuan Para Pemimpin Ekonomi Kerja…
Semarang - Suasana penuh semangat dalam menyambut Hari…
NYALANUSANTARA, AGAM- Seekor harimau Sumatra betina berhasil dievakuasi menggunakan…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan Republik…
NYALANUSANTARA, YUNAN- Provinsi Yunnan di China dan Provinsi Bali…
NYALANUSANTARA, Semarang– ASTON Inn Pandanaran Semarang memperkuat hubungan…
NYALANUSANTARA, Semarang– Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyalurkan sebanyak…
NYALANUSANTARA, Semarang— Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang melalui…
NYALANUSANTARA, Semarang – Menciptakan lingkungan sekolah yang aman…
NYALANUSANTARA, Semarang – Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro (UNDIP)…
NYALANUSANTARA, Tegal – Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa…

Komentar