Dua Warga Bali Kenalkan Konservasi Kunang-Kunang dan Seni Kamasan Lewat Airbnb Experiences

Dua Warga Bali Kenalkan Konservasi Kunang-Kunang dan Seni Kamasan Lewat Airbnb Experiences

NYALANUSANTARA, Denpasar— Wisatawan yang berkunjung ke Bali kini memiliki lebih banyak pilihan untuk mengenal Pulau Dewata dari sisi yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat lokal. Melalui Airbnb Experiences, sejumlah tuan rumah lokal menawarkan pengalaman yang tidak hanya berkaitan dengan destinasi wisata, tetapi juga alam, budaya, dan tradisi yang mereka jalani sehari-hari.

Dua di antaranya adalah Wayan Wardika dan Ida Bagus Rekha. Keduanya memiliki pengalaman berbeda, tetapi sama-sama menjadikan kekayaan lokal Bali sebagai bagian dari aktivitas yang mereka bagikan kepada wisatawan.

Wayan Wardika mengajak wisatawan mengenal upaya pelestarian kunang-kunang di Desa Taro, sekitar 20 kilometer sebelah utara Ubud. Di tempat tersebut, ia berupaya menghidupkan kembali populasi kunang-kunang yang semakin sulit ditemukan akibat perubahan lingkungan.

Bagi Wayan, persoalan tersebut bukan hanya menyangkut hilangnya serangga yang menjadi bagian dari pemandangan alam masa kecilnya. Ia melihat keberadaan kunang-kunang memiliki hubungan dengan kearifan lokal, spiritualitas, budaya, dan tradisi masyarakat Bali.

“Kunang-kunang memiliki hubungan yang sangat erat dengan kearifan lokal, spiritualitas, budaya, dan tradisi Bali. Saat kita melindungi kunang-kunang, kita juga sedang melindungi bagian kecil dari identitas budaya dan kearifan yang telah diwariskan secara turun-temurun,” ujar Wayan.

Upaya tersebut kemudian berkembang menjadi inisiatif *Bring Back The Light* yang melibatkan petani lokal, peneliti, dan ilmuwan muda. Program itu diarahkan untuk memulihkan populasi kunang-kunang sekaligus menjaga ekosistem yang menjadi habitatnya.

Melalui Airbnb Experiences, wisatawan tidak hanya diajak menyusuri persawahan untuk melihat kunang-kunang. Mereka juga dapat mempelajari siklus hidup kunang-kunang, mengunjungi laboratorium, bertemu anak muda yang terlibat dalam penelitian dan pembiakan, serta menghabiskan waktu bersama keluarga Wayan.

“Misi kami bukan hanya menarik wisatawan, tetapi juga memperkenalkan upaya konservasi ini dan mengajak mereka untuk menjadi bagian dari sesuatu yang lebih bermakna,” katanya.

Menurut Wayan, sejumlah pengalaman yang paling berkesan bagi wisatawan antara lain melihat langsung proses penelitian di laboratorium, menyiapkan dan menikmati makanan bersama keluarganya, serta menyaksikan kunang-kunang hidup bebas di alam.

preferred sources in Google Searc


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini