Nyaight of the Living Cat: Ketika Serangan Zombi Digantikan oleh Serangan Kucing

Nyaight of the Living Cat: Ketika Serangan Zombi Digantikan oleh Serangan Kucing

NYALANUSANTARA, OSAKA- Bayangkan dunia di mana wabah misterius membuat manusia berubah menjadi… kucing. Itulah inti dari Nyaight of the Living Cat, serial anime absurd dan kocak yang kini tayang di Crunchyroll. Dalam kisah yang disebut para penggemarnya sebagai Nyandemic, para penyintas harus berjuang melawan kawanan kucing menggemaskan yang membawa patogen mematikan—namun tetap memastikan tak ada satu pun kucing yang terluka dalam prosesnya.

Secara konsep, anime ini adalah parodi penuh cinta terhadap film-film zombi klasik, hanya saja makhluk menakutkannya diganti dengan bola-bola bulu yang menggemaskan. Bahkan judul tiap episodenya dipenuhi plesetan khas kucing seperti “Commeowndo” dan “Meow Am Legend”. Namun, di balik segala kelucuannya, tak semua orang akan menangkap referensi film yang jadi sumber humornya—penonton awam mungkin akan merasa aneh sejak awal.

Dua karakter utama, Kunagi dan Kaoru, menjadi wajah dari kekacauan pasca-apokaliptik ini. Kunagi adalah pria pendiam pecinta kucing yang tampak menyimpan trauma, sementara Kaoru, siswi SMA dengan seragam yang entah bagaimana selalu bersih di tengah kehancuran dunia, bertahan bersama Kunagi sambil mencoba menemukan arti hidup di tengah wabah. Setiap episode juga diselingi adegan pasca-kredit dari kafe kucing tempat mereka dulu bekerja—adegan yang terasa seperti iklan perawatan kucing yang tiba-tiba muncul di tengah kiamat.

Format ceritanya sederhana: setiap episode mengikuti duo ini dalam misi bertahan hidup dari invasi kucing yang semakin meluas. Dari gedung perkantoran hingga supermarket gelap ala film zombie survival, keduanya mencari cara “melawan” tanpa menyakiti kucing-kucing itu—menggunakan pistol air, mainan gantung, hingga granat catnip. Semua solusi yang terdengar bodoh itu justru menjadi sumber tawa utama serial ini.

Meskipun karakter utama terasa datar, tokoh pendukungnya justru mencuri perhatian. Tsutsumi, misalnya, menderita alergi kucing parah, membuatnya menjadi radar hidup untuk mendeteksi bahaya. Ada pula gadis berotot berambut merah muda dengan baju zirah samurai, serta seekor kucing Devon Rex bernama Jones, yang suaranya diterjemahkan menjadi kutipan ala Arnold Schwarzenegger.

Sayangnya, di balik ide gilanya, Nyaight of the Living Cat kesulitan mempertahankan momentum. Lelucon yang sama terus diulang hingga terasa melelahkan. Paruh tengah seri nyaris kehilangan arah, sebelum akhirnya bangkit lewat finale epik yang mengingatkan pada Attack on Titan, hanya saja… penuh kucing.

Namun, masalah terbesar anime ini justru terletak pada produksinya. Warna visualnya gelap dan kusam, animasinya terbatas, dan adegan aksinya sering kali terasa datar dengan CGI yang kasar. Beberapa momen klimaks memang berhasil mencuri perhatian karena keanehannya, tapi sebagian besar tampak seperti parodi yang tak sepenuhnya berfungsi.


Editor: Lulu

Terkait

Komentar

Terkini