ulasan Love Through a Prism: Romansa Seni yang Indah, Rapuh, dan Tetap Menghibur
Di awal abad ke-20, seorang gadis Jepang penuh semangat bernama Lili tiba di London. Ia adalah seniman muda yang bertekad menaklukkan Akademi Seni Saint Thomas, institusi bergengsi yang menjadi impiannya. Namun, ambisinya segera menemui rintangan besar: seorang siswa laki-laki jenius seni yang berantakan, menyebalkan, dan tak terduga bernama Kit, yang menjadi pesaing utamanya untuk posisi mahasiswa terbaik.
Romansa Periode dengan Produksi Mewah
Love Through a Prism adalah anime romantis periode yang tampil mewah dan ambisius. Berlatar Inggris era 1910-an, serial ini digarap oleh Wit Studio bersama sejumlah studio kolaborator, dengan naskah yang turut ditulis oleh Yōko Kamio, kreator Boys Over Flowers. Meski melibatkan nama besar, kisah ini merupakan cerita orisinal, bukan adaptasi langsung, dan ceritanya tertutup rapat—membuat kemungkinan sekuel nyaris mustahil.
Terlepas dari berbagai kritik, anime ini sangat menghibur. Ia bisa dinikmati sebagai tontonan yang menenangkan, namun di banyak momen justru melampaui ekspektasi dan pantas disebut sebagai karya seni—sebuah kualitas yang terasa pas untuk cerita tentang para seniman. Visualnya memukau: dari arsitektur batu megah London, pedesaan hijau yang damai, taman-taman terawat, hingga pasir di bawah tebing Dover. Bahkan adegan sederhana, seperti Lili berlari panik di jalanan London sambil memuji keindahan gedung pemerintahan, terasa hidup dan penuh pesona. Menontonnya saja sudah menjadi kenikmatan tersendiri.
Lili, Tokoh Utama yang Penuh Energi
Kekuatan utama anime ini terletak pada Lili. Ia meninggalkan Yokohama dan toko kimono milik orang tuanya demi belajar seni di London, dengan syarat keras dari sang ibu: ia harus menjadi mahasiswa nomor satu dalam enam bulan atau pulang ke Jepang. Meski demikian, Lili bukanlah karakter kaku. Kita pertama kali melihatnya di kapal menuju Inggris—berlari, menabrak dinding, berteriak, lalu kembali menutup pintu kabin dengan kikuk. Ia bisa anggun dan bermartabat, namun juga ceroboh dan penuh energi muda. Dalam satu momen indah, ia keluar dari ruang belajar sebagai mahasiswi teladan… lalu menguap lebar tanpa peduli citra.
Desain karakter Lili mengingatkan pada bintang film Hollywood klasik, dengan hidung runcing seperti boneka yang membangkitkan nostalgia pada karya Nobuteru Yuki. Ekspresinya sangat hidup, sering kali lucu bahkan di luar adegan super-deformed. Karakter ini semakin kuat berkat pengisi suaranya, Atsumi Tanezaki, yang memberikan rentang emosi luas—dari keceriaan hingga intensitas luar biasa, terutama dalam adegan konfrontasi di sebuah gereja London. Meski dikenal lewat peran Frieren, Anya (SPY x FAMILY), dan Chise (The Ancient Magus’ Bride), versi Lili ini terasa sangat istimewa.
Kit dan Relasi yang Terlalu Aman
Tak lama setelah tiba di London, Lili bertemu Kit, pemuda pirang berpakaian lusuh yang menggambar burung camar di tepi Sungai Thames. Ia jelas berbakat, namun menjengkelkan—bahkan sempat membuat Lili kesal dengan menawarkan roti kotor arang. Tentu saja, Kit adalah siswa di Akademi Seni St. Thomas dan menjadi rival utama Lili.
Sayangnya, Kit tidak pernah benar-benar menjadi tandingan seimbang bagi Lili. Ia lebih sering tampil sebagai karakter reaktif, pendiam, dan penurut, meski sesekali diberi kedalaman melalui konflik keluarga. Ada momen lucu yang kemungkinan akan disukai penonton Inggris, ketika ia sengaja mengacak rambut pirangnya untuk menegaskan identitasnya—sebuah sindiran halus pada tokoh politik masa lalu. Namun secara keseluruhan, Kit lebih berfungsi sebagai pemicu perkembangan Lili ketimbang karakter yang berdiri kuat sendiri.
Editor: Lulu
Terkait
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Film ini mengusung genre horor, seperti Pabrik…
NYALANUSANTARA, SEOUL- Episode terbaru drama medis Resident Playbook telah…
Terkini
NYALANUSANTARA, Semarang - Program Studi Doktor Ilmu Lingkungan…
NYALANUSANTARA, Jakarta -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menuntaskan…
NYALANUSANTARA, Surakarta - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh…
Genre horor Indonesia kembali menghadirkan warna baru melalui…
Film horor Asia kembali menyapa penonton Indonesia melalui…
NYALANUSANTARA, Banyumas – Kementerian Hukum melalui Kanwil Kemenkum…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Samsung dikabarkan akan menaikkan harga lini ponsel…
NYALANUSANTARA, JEPARA- Asus resmi memperkenalkan Vivobook 14 dan Vivobook…
NYALANUSANTARA, KENDAL- Dell resmi memperkenalkan jajaran workstation terbaru Dell…
NYALAUSANTARA, BLORA- Samsung dikabarkan tengah mempersiapkan peluncuran seri tablet…
Film I, Nobody resmi tayang di bioskop pada…
Komentar