Ferrari Amalfi: Evolusi Roma dengan Sentuhan Lebih Matang dan Fokus Pengemudi

Ferrari Amalfi: Evolusi Roma dengan Sentuhan Lebih Matang dan Fokus Pengemudi

NYALANUSANTARA, JAYAPURA- Ferrari kembali menyempurnakan formula grand tourer bermesin depan lewat Ferrari Amalfi, model entry-level terbaru yang akan menggantikan Roma dalam jajaran produk globalnya. Meski disebut sebagai entry-level, Amalfi tetap membawa DNA Ferrari sepenuhnya, baik dari sisi performa, desain, maupun teknologi.

Ditenagai mesin V8 twin-turbo 3,9 liter, Ferrari Amalfi menghasilkan 640 hp, menjadikannya salah satu GT paling bertenaga di kelasnya. Akselerasi 0–100 km/jam dalam 3,3 detik memastikan mobil ini tetap relevan sebagai supercar harian, bukan sekadar cruiser bergaya elegan. Konsumsi bahan bakarnya diklaim berada di angka 8,93 kmpl, angka yang cukup rasional untuk mobil dengan performa sekelas ini.

Dari luar, Amalfi terlihat familiar namun lebih modern. Ferrari merapikan bahasa desain Roma dengan menghilangkan gril depan besar dan menggantinya dengan tampilan yang lebih minimalis. Bagian belakang kini terasa lebih fungsional dengan bukaan bagasi lebih lebar, tanpa mengorbankan siluet ramping khas Ferrari bermesin depan.

Perubahan paling terasa justru hadir di interior. Ferrari tampaknya mendengarkan kritik konsumen dengan mengembalikan kontrol fisik di setir, sebuah langkah yang meningkatkan ergonomi dan rasa berkendara. Tata letak dasbor kini lebih konvensional, dengan layar sentuh horizontal yang lebih intuitif, tanpa menghilangkan nuansa mewah dan sporty khas Maranello.

Di India, Ferrari Amalfi dibanderol mulai Rs 5,59 crore (ex-showroom), dengan harga on-road yang bisa menembus Rs 6,46 crore tergantung wilayah dan opsi tambahan. Seperti Roma sebelumnya, Amalfi akan diluncurkan lebih dulu dalam versi coupe, sementara varian Spider (convertible) diperkirakan menyusul beberapa tahun kemudian.

Meski peluncuran resminya diperkirakan pertengahan tahun, konsumen India perlu bersabar karena pengiriman unit kemungkinan baru dimulai pada 2027. Namun, bagi pembeli Ferrari, penantian tersebut adalah bagian dari eksklusivitas.

Ferrari Amalfi bukan mobil yang radikal, tetapi justru itulah kekuatannya. Ia hadir sebagai Ferrari yang lebih dewasa, lebih nyaman, dan lebih mudah dinikmati sehari-hari—tanpa mengorbankan sensasi berkendara yang menjadi identitas utama kuda jingkrak.


Editor: Lulu

Terkait

Komentar

Terkini