Ulasan BMW X3 30 xDrive: Mesin yang Akhirnya Seimbang dengan Kelasnya

Ulasan BMW X3 30 xDrive: Mesin yang Akhirnya Seimbang dengan Kelasnya

Salah satu kelemahan terbesar BMW X3 generasi keempat sebelumnya terletak pada performa mesin bensinnya. Varian X3 20 xDrive dengan tenaga 190 hp terasa kurang bertenaga dan kalah saing dibanding Mercedes-Benz GLC 300, bahkan dengan Audi Q5 yang usianya sudah tidak muda lagi. Untuk menjawab kritik tersebut, BMW kini menghadirkan X3 30 xDrive dengan peningkatan performa signifikan, ban lebih lebar, serta sejumlah penyempurnaan detail. Model ini diuji langsung di dalam dan sekitar Mumbai untuk melihat apakah ia benar-benar mampu naik ke puncak segmennya.

Desain Eksterior dan Rekayasa

Secara visual, X3 30 xDrive tidak banyak berbeda dari varian 20. Desainnya tetap bersih, rapi, dan relatif konservatif dibanding BMW-BMW terbaru lain. Paket standar M Sport Professional menghadirkan detail hitam mengilap pada gril ikonik, aksen lebih gelap pada lampu LED adaptif, kaliper rem merah berlogo M, serta velg 20 inci dengan konfigurasi ban berbeda ukuran (255 di depan, 285 di belakang). Sentuhan ini membuat tampilannya sedikit lebih agresif, meski perbedaannya tidak langsung mencolok bagi mata awam.

Interior dan Kenyamanan

Masuk ke kabin, nuansa M Sport Pro terasa lewat detail kecil seperti pelat ambang pintu logam dan proyeksi logo M. Peningkatan terbesar ada pada material dasbor dan panel pintu atas yang kini dilapisi kulit sintetis, membuat interior terasa lebih premium dibanding varian bawah. Namun, penggunaan plastik keras di bagian bawah kabin masih terasa kurang pantas untuk kelas dan harga mobil ini. Kursi depan sangat nyaman, elektrik, berventilasi, dan menawarkan banyak pengaturan, sementara kursi belakang luas tetapi sandarannya terlalu tegak dan tidak bisa direbahkan.


Editor: Lulu

Terkait

Komentar

Terkini