Met Gala 2026: Saat Fashion Jadi Seni, Selebriti Tampil Ekstrem dan Avant-Garde

Met Gala 2026: Saat Fashion Jadi Seni, Selebriti Tampil Ekstrem dan Avant-Garde

GETTY IMAGES

NYALANUSANTARA, JAKARTA- Malam ikonik Met Gala 2026 kembali mencuri perhatian dengan tema “Costume Art” dan dress code “Fashion is Art”. Para selebriti tampil total, menghadirkan interpretasi seni dalam bentuk busana yang berani dan eksperimental.

Emma Chamberlain membuka karpet merah dengan penampilan dramatis. Ia tampil bak objek kosmik yang meleleh, dengan riasan bold dan rambut artistik yang membingkai wajahnya, menciptakan kesan futuristik.

Heidi Klum nyaris tak dikenali saat tampil terinspirasi sosok religius. Tubuhnya dilapisi cat putih, menghadirkan kesan seperti patung hidup yang mencuri perhatian.

Sementara itu, Katy Perry menghadirkan momen teatrikal dengan topeng krom yang menutupi wajahnya. Ia kemudian membuka topeng tersebut di tengah karpet merah, menciptakan salah satu momen paling dramatis malam itu.

Janelle Monáe tampil unik dengan konsep kabel listrik yang melilit tubuhnya, menciptakan visual yang kompleks hingga membatasi pergerakannya—sebuah pernyataan fashion yang kuat.

Jordan Roth juga mencuri perhatian dengan elemen visual bayangan yang seolah hidup di atas bahunya, memberikan efek artistik yang teatrikal.

Tak kalah nyentrik, Sarah Paulson tampil dengan penutup mata dari uang dolar di atas gaun tulle abu-abu, menyampaikan pesan simbolis yang kuat.

Puncaknya, “Queen Bey” Beyoncé akhirnya kembali ke Met Gala setelah satu dekade. Sebagai salah satu ketua acara, ia tampil megah dengan gaun kristal, hiasan kepala dramatis, dan ekor panjang berbulu. Ia hadir bersama Jay-Z dan putrinya Blue Ivy Carter yang mencuri perhatian sebagai salah satu debutan termuda.

Tak kalah mencolok, Madonna tampil ekstrem dengan gaun rancangan Anthony Vaccarello untuk Saint Laurent. Dengan aksesori kapal bajak laut di kepala dan tujuh pengiring, penampilannya menjadi salah satu yang paling berani malam itu.

Met Gala tahun ini benar-benar membuktikan bahwa fashion bukan sekadar pakaian—melainkan karya seni yang hidup di atas karpet merah.


Editor: Lulu

Komentar

Terkini