Kondisi Ruben Onsu Dikabarkan Menurun di Tengah Sengketa Hak Asuh Anak

Kondisi Ruben Onsu Dikabarkan Menurun di Tengah Sengketa Hak Asuh Anak

ISTIMEWA

NYALANUSANTARA, JAKARTA- Kondisi kesehatan presenter Ruben Onsu dikabarkan mengalami penurunan di tengah proses hukum terkait sengketa hak asuh anak dengan mantan istrinya, Sarwendah. Kabar tersebut disampaikan oleh sahabat sekaligus mantan manajernya, Nanda Persada, setelah bertemu Ruben sepulang menjalankan ibadah umrah.

Menurut Nanda, Ruben tampak mengalami kelelahan baik secara fisik maupun mental. Ia menilai presenter berusia 42 tahun itu sedang menghadapi tekanan yang cukup besar akibat persoalan keluarga yang kini menjadi perhatian publik.

"Ruben, aku lihat dia banyak pikiran. Terlihat stres, kurang sehat, dan sangat capek," ujar Nanda Persada saat ditemui di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Minggu (5/7/2026).

Nanda mengungkapkan bahwa kondisi psikologis Ruben semakin terpukul setelah bertemu anak-anaknya di bandara beberapa waktu lalu. Reaksi sang buah hati yang dinilainya mulai terasa canggung menjadi momen yang sangat membekas dan menambah beban emosional Ruben.

Ia juga menyebut Ruben sempat mengaku lelah menghadapi konflik yang berkepanjangan. Menurut Nanda, keputusan untuk membawa persoalan hak asuh anak ke jalur hukum bukanlah sesuatu yang diinginkan Ruben, melainkan langkah terakhir setelah upaya komunikasi secara kekeluargaan tidak membuahkan hasil.

"Dia bilang, 'Gue capek dengan kondisi seperti ini. Ini bukan sesuatu yang membuat gue bangga atau senang, justru membuat sedih. Tapi gue harus melakukan cara seperti ini,'" tutur Nanda menirukan pernyataan Ruben.

Nanda menambahkan bahwa tekanan yang dialami Ruben tidak hanya memengaruhi kondisi mental, tetapi juga kesehatan fisiknya. Ia menyebut Ruben akhirnya memilih menyampaikan penjelasan kepada publik melalui media sosial karena merasa komunikasi dengan pihak terkait sudah tidak berjalan efektif.

Diketahui, Ruben Onsu telah mengajukan gugatan hak asuh anak ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 30 Juni 2026 melalui tim kuasa hukumnya. Sidang perdana perkara tersebut dijadwalkan berlangsung pada 15 Juli 2026.


Editor: Lulu

Komentar

Terkini