Hiroaki Kato Pukau Penonton InfiniFest DX di Semarang, Cerita 12 Tahun Cinta Indonesia

Hiroaki Kato Pukau Penonton InfiniFest DX di Semarang, Cerita 12 Tahun Cinta Indonesia

NYALANUSANTARA, Semarang– Musisi asal Jepang, Hiroaki Kato, tampil memukau dalam gelaran InfiniFest DX yang berlangsung selama tiga hari, mulai 3 hingga 5 Juli 2026, di Tentrem Mall, Semarang. Tampil pada hari kedua dan ketiga, yakni 4 dan 5 Juli, kehadirannya menjadi salah satu magnet utama acara tersebut. Ia membawakan sejumlah lagu original miliknya, serta deretan lagu pop Indonesia yang telah disadur ke dalam bahasa Jepang.

Bagi Hiroaki, penampilannya di Semarang kali ini membawa kesan mendalam karena kehangatan penonton yang selalu berhasil membuatnya terharu.

“Aku tampil di InfiniFest ini di Tentrem Mall, ini pertama kali saya ke Tentrem Mall,” ujar Hiroaki seusai penampilan. “Aku selalu senang karena selalu ada teman-teman yang mendukung aku. Tahu ada yang tahu Hiroaki Kato aja udah cukup, tapi mereka mendukung aku, terus nyanyi bareng.”

Ia bahkan sempat bertemu kembali dengan penggemar yang telah mengikuti kariernya sejak sepuluh tahun silam. “Luar biasa terharu, ya. Karena saya sendiri orang Jepang, jadi banyak yang cinta negara aku sendiri itu sangat terharu. Bahkan tadi ada teman-teman yang 10 tahun yang lalu nonton aku, dan hari ini juga tetap nonton aku. Itu senang banget,” ungkapnya.

Karier Hiroaki di Indonesia tidak lepas dari keunikannya menerjemahkan lagu-lagu populer Indonesia ke dalam bahasa Jepang. Proyek ini bermula saat ia menjalani program pertukaran pelajar di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 2007 dan berkenalan dengan grup band Letto.

“Jadi lagu pertama yang saya translate adalah ‘Ruang Rindu’, yang tadi aku bawain di sini juga,” kenang Hiroaki. “Waktu itu tahun 2007, aku kuliah di UGM di Jogja selama satu tahun dan aku kenal langsung sama teman-teman Letto. Aku suka banget lagu-lagu mereka.”

Dari perkenalan itu, muncul ide untuk memperkenalkan lagu Indonesia kepada masyarakat Jepang yang dikenal sangat peduli dengan makna lirik sebuah lagu.

“Orang Jepang itu cenderung kalau mau dengar lagu mereka pengen tahu arti liriknya. Mereka tuh penasaran liriknya bercerita tentang apa sih,” jelasnya. “Jadi aku kepikiran, ya translate aja kali ya terus aku nyanyi sendiri gitu, supaya orang Jepangnya bisa menikmati.”

Menurutnya, respons yang diperoleh justru melampaui ekspektasi karena versi berbahasa Jepang itu juga digemari masyarakat Indonesia. “Lama-lama banyak yang suka dan teman-teman Indonesia pun suka yang versi Jepang gitu. Sampai sekarang, lagu pop translate ke bahasa Jepang itu menjadi salah satu senjata aku masih bisa hidup di entertainment ini,” tambahnya.

Tertarik Belajar Bahasa Indonesia karena Pramoedya Ananta Toer
Pria yang kini telah menetap 12 tahun di Indonesia ini mengaku, awal mula ketertarikannya belajar bahasa Indonesia justru berasal dari alasan sederhana semasa kuliah.

“Sebenarnya alasannya, aku ambil Bahasa Indonesia untuk S1 di Tokyo, itu karena ada temanku orang Jepang, cewek cantik, ajakin aku masuk kelas bareng. Aku ikut ajakan itu aja sebenarnya, jadi enggak alasan kuat banget,” akunya.

Namun, ketertarikan itu berubah menjadi serius setelah ia membaca karya-karya sastra Pramoedya Ananta Toer. “Lama-lama aku tertarik dengan Indonesia. Kenapa aku akhirnya ambil sastra? Karena ketemu dengan karya Pramoedya Ananta Toer, Bumi Manusia. Ya, itu menjadi salah satu bahan untuk skripsi aku juga,” tutur Hiroaki, yang kemudian melanjutkan studi S2 dan sempat menjadi dosen bahasa Indonesia di Jepang.

Tak berhenti di dunia musik, Hiroaki kini tengah melebarkan sayap ke dunia seni peran melalui film layar lebar berjudul “Baby Udon” yang diproduseri oleh Denny Sumargo.

“Next project-nya aku lagi bikin lagu buat persiapan untuk album dan juga kemarin udah selesai syuting film. Film baru berjudul ‘Baby Udon’ itu akan ditayangkan di bioskop seluruh Indonesia tanggal 3 September,” ungkapnya.

Film yang diangkat dari kisah nyata tersebut akan menempatkan Hiroaki sebagai pemeran warga negara Jepang yang disesuaikan dengan latar belakang aslinya.

“Jadi ‘Baby Udon’ itu berdasarkan dengan kisah nyata dari Fanni Kondo. Aku jadi koleganya Mr. Kondo, karena tokoh utamanya si Denny Sumargo yang main,” jelasnya.

Menutup perbincangan, Hiroaki menyampaikan kekagumannya terhadap energi generasi muda Indonesia yang menurutnya menjadi salah satu alasan ia betah dan terus menuangkan kecintaannya ke dalam karya-karyanya.

“Indonesia itu sangat powerful. Selalu ada power ekstra dari kalian yang generasi muda yang mau mengubah hidup dan dunia ini lebih baik lagi,” pungkasnya. 

preferred sources in Google Searc


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini