Shooting di Semarang, Berikut Ulasan Film “Takkan Kubiarkan Kau Menangis”

Shooting di Semarang, Berikut Ulasan Film “Takkan Kubiarkan Kau Menangis”

"Kami menemukan Semarang sebagai kota yang hidden gem. Kota ini punya karakter yang kuat, seluruh proses syuting dilakukan di Semarang dan Jepara, 100 persen lokasi syuting di Jawa Tengah," ujar Ferly.

Untuk menghadirkan cerita yang autentik dan terasa dekat dengan warga Semarang, Ferly mengaku melakukan riset selama satu tahun. Riset tersebut mencakup bahasa sehari-hari warga Semarang hingga istilah yang akrab di kalangan remaja seperti "kreak".

"Kami juga melakukan riset bahasa-bahasa Semarang dan fenomena yang berkembang di masyarakat. Dari penulisan naskah, pra-produksi, syuting, editing sampai tayang membutuhkan waktu sekitar satu tahun," paparnya.

Selain itu, film ini juga sebenarnya menyoroti perjuangan dan pengorbanan ibu tunggal. Menurutnya banyak ibu tunggal yang rela mengesampingkan kepentingan pribadi demi memberikan masa depan terbaik bagi anak-anak mereka.

"Berdasarkan riset yang kami lakukan, banyak ibu tunggal yang berjuang yang menghiraukan dirinya sendiri. Mereka memberikan seluruh tenaga kepada anaknya, fenomena ini banyak terjadi di masyarakat saat ini," ungkap Ferly.

Pesan haru dalam film tersebut dirasakan langsung oleh anggota komunitas Srikandi Gojek Semarang, Anis yang menonton bareng 20 rekannya. Menurut dia, film tersebut menjadi pengingat bagi para orang tua untuk terus mendampingi anaknya agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas.

"Banyak remaja sekarang salah pergaulan dan itu realita yang terjadi di Semarang. Sebagai ibu tunggal, film ini bikin sedih dan bangga melihat perjuangan orang tua agar anaknya bisa sukses dengan segala keterbatasannya," tandas Anis.

preferred sources in Google Searc


Editor: Holy

Komentar

Terkini