Saif Ali Khan Ungkap Aksi Brutal Tanpa Pemeran Pengganti di Haiwaan
ISTIMEWA
NYALANUSANTARA, TANGGERANG- Film Haiwaan yang dibintangi Akshay Kumar dan Saif Ali Khan dijadwalkan tayang di bioskop pada 11 September. Film tersebut menjadi proyek pertama Saif bersama sutradara Priyadarshan sekaligus mempertemukannya kembali dengan Akshay Kumar setelah 18 tahun.
Dalam wawancara eksklusif, Saif mengungkap pengalaman menjalani adegan laga sebagai karakter tunanetra yang memiliki kemampuan bela diri. Menurutnya, salah satu adegan menjadi bagian penting dalam perjalanan karakter karena memperlihatkan dirinya menghadapi penyiksaan sebelum akhirnya melakukan perlawanan.
"Ini adalah adegan dengan alur yang hebat karena karakter-karakter lain menyiksa dan memukuli karakter saya, menendang dan menamparnya. Sebagai penonton, Anda ingin dia membalas, yang akhirnya dia lakukan," ujar Saif.
Aktor tersebut memberikan apresiasi kepada koreografer laga Silva yang menangani rangkaian perkelahian dalam film. Saif menyebut adegan tersebut dibuat tanpa bantuan efek khusus maupun pemeran pengganti sehingga terasa lebih nyata.
Menurut Saif, proses syuting berlangsung cukup ekstrem karena lokasi adegan dipenuhi pecahan kaca. Kondisi tersebut membuat rangkaian aksi terasa kasar dan menguras tenaga hingga dirinya harus beristirahat selama dua hari setelah proses pengambilan gambar.
"Saya pikir saya baik-baik saja, tetapi saya kelelahan karena adegan aksinya sangat intens. Itu bukan adegan aksi CGI atau yang menggunakan tali pengaman; adegan perkelahiannya benar-benar alami," katanya.
Menariknya, tim Haiwaan tidak menjalani pelatihan atau lokakarya khusus untuk mempersiapkan adegan tersebut. Saif hanya berlatih langsung bersama sutradara aksi sebelum proses syuting dilakukan.
Ia mengingat kondisi lokasi setelah adegan selesai direkam. Pecahan kaca berserakan di lantai, sementara sejumlah properti seperti bingkai foto dan lemari mengalami kerusakan akibat aksi perkelahian.
Meski demikian, Saif mengatakan proses tersebut tidak sampai menyebabkan cedera serius. Ia hanya mengalami sejumlah luka dan memar selama menjalani adegan laga.
Menurutnya, keberadaan adegan tersebut tetap penting karena memiliki fungsi dalam perkembangan cerita. Penonton dibuat menantikan momen ketika karakter yang selama ini disiksa akhirnya mampu melawan orang-orang yang telah menyakitinya.
Editor: Lulu
Terkini
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Drama SBS terbaru, “Doctor X: The Age…
NYALANUSANTARA, DEPOK- Infinix Smart 20 HD resmi diluncurkan di…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- OnePlus dikabarkan tengah menyiapkan seri Ace 7…
NYALANUSANTARA, Semarang - Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng…
KUASAKATACOM, Ungaran - Beredar di sejumlah akun media…
NYALANUSANTARA, Semarang – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi…
NYALANUSANTARA, Semarang – Unwahas Semarang kembali menorehkan langkah…
Serial web Dupahiya Musim 2 kembali menghadirkan Gajraj…
NYALANUSANTARA, Riau – Tim Pembina Samsat Nasional terus…
NYALANUSANTARA, Semarang – Polda Jateng menggelar Upacara Serah…
NYALANUSANTARA, Semarang – Kepala Kanwil Kemenkumm Jateng, Heni…

Komentar