Film Perang Kota Tembus Pasar Eropa, Tayang Perdana di Belanda dan Sekitarnya

Film Perang Kota Tembus Pasar Eropa, Tayang Perdana di Belanda dan Sekitarnya

NYALANUSANTARA, JAKARTA- Film Perang Kota karya sutradara kenamaan Mouly Surya akan tayang di bioskop komersial di Belanda, Belgia, dan Luksemburg mulai 17 April 2025. Ini menjadi langkah internasional setelah pemutaran perdananya (world premiere) di International Film Festival Rotterdam 2025.

Dalam konferensi pers peluncuran poster resmi film di kawasan Metropole, Jakarta Pusat (Senin, 24/3), Mouly menjelaskan bahwa film ini adalah hasil kerja sama lintas negara. Produksi film melibatkan Indonesia, Singapura, Belanda, Prancis, Norwegia, Filipina, dan Kamboja.

Proses pascaproduksi digarap secara global—mulai dari efek visual yang dikerjakan di Amerika, Indonesia, dan Belanda, hingga pengolahan suara penuh yang dilakukan di Prancis. Mouly mengaku prosesnya cukup menantang.

"Post production-nya panjang, ribet, dan penuh perjalanan,” ungkapnya.

Sentuhan Modern di Balik Latar Sejarah

Meski mengangkat latar tahun 1946, Mouly menyebut Perang Kota tetap menghadirkan rasa relevan bagi penonton masa kini. Cerita film ini tidak sekadar menampilkan sejarah, melainkan dikemas dengan pendekatan modern serta visual bergaya vintage dan stylish.

"Film ini memang periodik, tapi saya tulis dengan perspektif baru. Jadi tetap terasa dekat, walaupun latarnya masa lalu," kata Mouly.

Kisah Adaptasi dari Novel Mochtar Lubis

Perang Kota diadaptasi secara bebas dari novel legendaris Jalan Tak Ada Ujung karya Mochtar Lubis. Cerita berpusat pada sosok Isa (Chicco Jerikho), seorang guru sekaligus pejuang kemerdekaan yang sedang mengalami krisis dalam pernikahannya.

Bersama sahabatnya Hazil (Jerome Kurnia), Isa mendapat misi untuk membunuh tokoh kolonial Belanda. Namun di tengah konflik dan pertaruhan nyawa, ia juga harus menjalani peran sebagai suami bagi istrinya, Fatimah (Ariel Tatum). Kisah film ini meramu elemen perang, cinta, dan pengkhianatan.

preferred sources in Google Searc


Editor: Lulu

Terkait

Komentar

Terkini