ULASAN The Brilliant Healer's New Life in the Shadows
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Setelah didepak dari kelompok petualangnya karena dianggap tidak berguna, Zenos—seorang penyembuh—kembali ke lingkungan kumuh tempat ia dibesarkan dan membuka praktik kecil di gang-gang terpencil. Tanpa disadari, kemampuan penyembuhannya jauh melampaui batas wajar, membuatnya jadi rebutan berbagai geng demi-human yang mengincarnya.
Sekilas, The Brilliant Healer’s New Life in the Shadows terlihat seperti anime fantasi dengan formula standar: dunia fantasi Barat, tokoh utama yang sebenarnya overpower namun tak menyadarinya, hingga bumbu harem berisi gadis-gadis demi-human. Bahkan, ada trope klasik seperti “membeli budak lalu membebaskannya” dan alur “menyamar jadi murid di sekolah sihir.”
Namun, yang membuat seri ini menonjol adalah kemampuannya melampaui klise. Karakter wanitanya, meski berasal dari ras berbeda—peri, hantu, orc, gadis kucing—tidak digambarkan sekadar stereotipe seperti tsundere atau yandere. Carmilla si hantu, misalnya, bukan hanya jenaka dan sinis, tapi juga menjadi pemberi nasihat bijak sekaligus penyampai komentar meta. Loewe (orc) dan Lynga (gadis kucing) juga digarap dengan keunikan masing-masing sehingga menambah dinamika komedi yang terasa alami.
Plotnya pun lebih dalam dari yang terlihat. Paruh kedua seri, yang berfokus pada akademi sihir khusus penyembuh, menampilkan misteri dengan lapisan-lapisan intrik. Penonton langsung tahu siapa antagonisnya, tapi motif di balik aksinya tetap jadi teka-teki yang menarik. Misteri baru yang muncul bahkan mengisyaratkan adanya dalang yang lebih besar, membuat ceritanya semakin seru untuk diikuti.
Secara produksi, anime ini tampil lebih baik dibanding adaptasi novel ringan pada umumnya. Visualnya stabil, dengan beberapa adegan yang menonjol—seperti keindahan mantra Mega-Heal atau teknik kamera kreatif yang mempertegas keterasingan Zenos. Musik orkestra yang menyertai juga memperkaya atmosfer fantasi.
Kesimpulannya, meski sarat klise, The Brilliant Healer’s New Life in the Shadows berhasil mengemasnya menjadi tontonan menyenangkan. Dengan karakter-karakter yang berlapis, komedi alami, dan alur cerita yang makin menarik, seri ini bisa jadi pilihan tepat bagi penikmat fantasi ringan non-isekai.
Editor: Lulu
Terkait
NYALANUSANTARA, SHIBUYA- Bab terakhir Blue Lock , berjudul 'Benefactor…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Anime Jepang populer Gachiakuta terus memikat penonton…
Terkini
NYALANUSANTARA, Semarang - Semangat gotong royong kembali menggelora…
NYALANUSANTARA, Semarang - Seorang napi di Lapas Kelas…
NYALANUSANTARA, Semarang — Kolaborasi Demokrasi Kembali terselenggara antara…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini,…
NYALANUSANTARA, Kebumen— Menjelang Ramadhan 1447 H, Tradha Group…
NYALANUSANTARA, Jakarta- Sejumlah objek wisata dan kompleks komersial…
NYALANUSANTARA, MADRID- FC Barcelona gagal merebut kembali posisi puncak…
NYALANUSANTARA, Jakarta— Perang komentar antara warganet Korea Selatan…
KUASAKATACOM, Cilacap— Pokja III TP PKK Kabupaten Cilacap…
NYALANUSANTARA, Kulon Progo— Desa Wisata Jatimulyo di Kapanewon…
Komentar