Review Gachiakuta Episode 9: Dari Tanah Tandus ke Canvas Town

Review Gachiakuta Episode 9: Dari Tanah Tandus ke Canvas Town

NYALANUSANTARA, TOKYO- Salah satu pertanyaan besar sejak awal adalah: Seberapa bervariasi dunia Gachiakuta? Dengan latar yang dominan tandus dan kelabu, wajar ada keraguan. Episode minggu ini langsung menjawabnya lewat perkenalan Canvas Town—desa kumuh penuh warna budaya yang unik dan berhasil menyegarkan nuansa cerita.

Sekali lagi, Gachiakuta terasa seperti JRPG klasik yang diputar jadi anime. Rudo dan tim Cleaner kini resmi menjalani “misi utama” pertamanya, lengkap dengan tim baru, kota baru, dan lore tambahan. Rasanya benar-benar seperti menginap bareng teman untuk menamatkan Final Fantasy atau Tales of… hingga subuh—penuh tawa, drama, dan rasa penasaran.

Menariknya, Rudo agak pasif minggu ini, lebih banyak mengamati ketimbang memimpin. Tapi ini justru memberi ruang bagi karakter lain bersinar—Enjin, Riyo, hingga Delmon yang kocak. Chemistry kecil antara Rudo dan Riyo pun makin terasa manis, apalagi saat mereka berbagi kisah masa lalu tentang orang tua yang mengecewakan.

Highlight episode jelas jatuh pada Remlin, pewaris mendadak kekuatan pelukis kota setelah Job wafat. Dengan kemampuan berbasis getaran yang kuat sekaligus samar, plus kepribadian emosional namun penuh semangat, Remlin jadi tambahan yang memikat. Kalimatnya pun jadi momen emas:

“Tidak ada lagi suasana buruk! Ayo berpesta.”

Sebuah semboyan hidup yang rasanya bakal melekat lama setelah episode ini berakhir.


Editor: Lulu

Terkait

Komentar

Terkini