Tren Pasar Mobil Bekas 2026: MPV Tetap Jadi Favorit, Motor Matic Kuasai 86 Persen Transaksi

Tren Pasar Mobil Bekas 2026: MPV Tetap Jadi Favorit, Motor Matic Kuasai 86 Persen Transaksi

NYALANUSANTARA, Jakarta– Minat masyarakat terhadap kendaraan bekas di Indonesia masih didominasi model yang dikenal irit, mudah dirawat, dan mampu memenuhi kebutuhan mobilitas keluarga. Data transaksi JBA Indonesia sepanjang Semester I 2026 menunjukkan segmen Multi Purpose Vehicle (MPV) menjadi jenis mobil bekas yang paling banyak ditransaksikan, sementara sepeda motor matic hampir menguasai seluruh pasar roda dua.

Berdasarkan data JBA Indonesia, kendaraan MPV menyumbang sekitar 34 persen dari total transaksi mobil bekas selama Januari hingga Juni 2026. Posisi berikutnya ditempati segmen Low Cost Green Car (LCGC) dengan kontribusi 24 persen, disusul Sport Utility Vehicle (SUV) sebesar 14 persen.

Pada periode yang sama, JBA Indonesia melelangkan lebih dari 150 ribu unit kendaraan bekas, baik mobil maupun sepeda motor. Angka tersebut memperlihatkan bahwa kendaraan dengan nilai jual stabil dan biaya operasional yang relatif terjangkau masih menjadi pilihan utama masyarakat.

Dominasi MPV juga tercermin dari daftar model yang paling banyak berpindah tangan. Toyota Avanza menjadi mobil bekas yang paling sering ditransaksikan, diikuti Toyota Kijang Innova, Daihatsu Sigra, Honda Brio, dan Suzuki Carry. Seluruh model tersebut dikenal memiliki pasar yang luas, biaya perawatan yang kompetitif, serta ketersediaan suku cadang yang melimpah.

Sementara itu, tren kendaraan roda dua menunjukkan dominasi yang jauh lebih besar. Sepeda motor matic berkontribusi hingga 86 persen dari seluruh transaksi motor bekas di JBA Indonesia pada Semester I 2026. Honda Beat menjadi model yang paling banyak ditransaksikan, disusul Honda Scoopy, Honda Vario, dan Honda PCX.

Chief Operating Officer JBA Indonesia, Deny Gunawan, mengatakan balai lelang kini berkembang menjadi salah satu kanal transaksi kendaraan bekas yang semakin diminati masyarakat, berdampingan dengan dealer maupun marketplace.

Menurutnya, sistem lelang saat ini tidak lagi identik dengan proses yang rumit. Digitalisasi membuat masyarakat dapat mengakses informasi kendaraan, melihat jadwal lelang, hingga mengikuti proses penawaran secara daring melalui website maupun aplikasi JBA Indonesia.

“Balai lelang merupakan marketplace yang mempertemukan pembeli dan penitip kendaraan. Ini adalah cara baru membeli ataupun menjual kendaraan. Selama ini orang yang ingin menjual kendaraan harus memasang iklan sendiri dan menunggu calon pembeli. Di JBA, masyarakat cukup menitipkan kendaraannya kepada kami,” ujar Deny dalam podcast bersama Sonora Radio.

Ia menjelaskan, setiap penyelenggaraan lelang menghadirkan sekitar 800 hingga 1.000 unit kendaraan, sehingga calon pembeli memiliki lebih banyak pilihan sesuai kebutuhan dan anggaran.

Selain menghadirkan pilihan kendaraan yang beragam, JBA Indonesia juga mengedepankan aspek keamanan dan transparansi. Seluruh kendaraan yang dititipkan disimpan di area dengan pengamanan selama 24 jam, sementara dokumen kendaraan telah diverifikasi sebelum proses lelang dilaksanakan.

preferred sources in Google Searc


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini