Volkswagen Tayron R-Line: Performa Bertenaga, Kenyamanan Jadi Catatan

Volkswagen Tayron R-Line: Performa Bertenaga, Kenyamanan Jadi Catatan

ISTIMEWA

NYALANUSANTARA, PAYAKUMBUH- Volkswagen Tayron R-Line kembali menjalani pengujian jangka panjang di garasi Autocar India dan telah digunakan selama beberapa minggu. Salah satu hal pertama yang kerap dilakukan pengemudi adalah mematikan fitur Automatic Emergency Braking (AEB). Pasalnya, sistem tersebut kembali aktif secara otomatis setiap kali mobil dinyalakan dan tidak mengingat pengaturan sebelumnya.

Hal ini berkaitan dengan standar homologasi Eropa GSR 870 yang diterapkan pada Tayron R-Line sebagai mobil Completely Built Unit (CBU). Demi alasan keselamatan, sistem AEB diwajibkan aktif secara default setiap kendaraan mulai digunakan.

Namun, kondisi tersebut tidak selalu ideal di jalanan India yang lalu lintasnya jauh lebih padat dan sulit diprediksi. Kehadiran pejalan kaki, pesepeda, sepeda motor, hingga kendaraan roda tiga berpotensi membuat sistem AEB mengaktifkan pengereman secara tiba-tiba. Situasi tersebut bahkan dapat meningkatkan risiko mobil ditabrak kendaraan dari belakang.

Saat melintasi kawasan lalu lintas padat seperti bundaran Saat Rasta di Mahalaxmi, Mumbai, sensor jarak Tayron juga cukup sering bekerja secara agresif. Meski demikian, dimensi bodi yang besar masih cukup mudah dikendalikan berkat visibilitas ke luar yang baik. Pengemudi dapat memperkirakan posisi sisi kendaraan dengan lebih mudah saat bermanuver di tengah lalu lintas.

Kemampuan performa Tayron R-Line turut diuji di lintasan Nanoli. SUV ini mengandalkan mesin EA888 Evo 2,0 liter TSI yang menawarkan karakter halus dan responsif. Mesin turbo-bensin tersebut memang terasa sedikit kurang agresif pada putaran rendah, tetapi segera memberikan tenaga yang kuat ketika pedal gas ditekan dan putaran mesin meningkat hingga sekitar 6.000 rpm.

Untuk perjalanan jarak jauh, Tayron R-Line juga memberikan rasa percaya diri. Mobil terasa stabil dan mantap saat melaju di kecepatan tinggi di jalan tol, karakter yang selama ini menjadi salah satu ciri kendaraan Volkswagen.

Kelemahan mulai terasa ketika Tayron keluar dari jalan tol dan melewati jalan sempit dengan permukaan yang kurang baik menuju Nanoli. Suspensinya terasa cukup keras sehingga guncangan dari permukaan jalan mudah masuk ke kabin. Salah satu penyebabnya adalah penggunaan ban profil 45 pada varian R-Line yang memiliki dinding samping lebih pendek dan kurang optimal dalam meredam benturan dari lubang maupun permukaan jalan tidak rata.

Karena itu, Tayron Life dengan spesifikasi lebih rendah bisa menjadi pilihan yang lebih rasional. Varian tersebut dibekali ban dengan profil 55 yang lebih tebal, sehingga berpotensi menawarkan kenyamanan lebih baik sekaligus tetap dibanderol lebih terjangkau.

Di balik harga Tayron R-Line yang cukup tinggi, sejumlah detail di dalam kabin memberikan kesan premium. Material yang digunakan terasa berkualitas, didukung jahitan rapi, finishing yang baik, serta pencahayaan ambient yang menambah kesan mewah. Meski begitu, beberapa bagian trim masih terdengar berderit ketika mobil melintasi jalan yang buruk.

Ruang penyimpanan yang luas juga menjadi nilai tambah untuk perjalanan bersama keluarga. Sementara itu, sistem infotainment menjadi salah satu fitur yang paling mudah digunakan. Tampilan dengan ukuran font besar, respons yang halus, serta susunan menu yang intuitif membuat pengoperasiannya terasa praktis saat berkendara.

preferred sources in Google Searc


Editor: Lulu

Terkait

Komentar

Terkini