BYD Hadir dengan Elektrifikasi: Menuju Transportasi Lebih Efisien, Fleksibel dan Terjangkau
Semarang - Dunia memasuki era baru dalam otomotif. Setelah lebih dari satu abad bergantung pada bahan bakar fosil, perkembangan kendaraan listrik atau elektrifikasi kini mendorong perubahan menuju sistem transportasi yang lebih efisien, fleksibel, dan terjangkau.
Hal tersebut disampaikan Head of Public Relations and Government Relations (PR dan GR) PT BYD Motor Indonesia, Luther T. Panjaitan, dalam acara GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) Semarang 2026 di Muladi Dome Undip, Rabu (30/9/2026).
“Selama lebih dari satu abad kita bergantung pada bahan bakar fosil. Namun kini jumlahnya semakin terbatas, biaya semakin tinggi, dan dampaknya terasa dalam keseharian. Karena itu, elektrifikasi harus jadi pilihan, ini adalah masa depan mobilitas,” kata Luther.
Sejak awal BYD memiliki komitmen untuk menghadirkan kendaraan yang dapat menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia.
“Sejak awal BYD memiliki satu komitmen, yaitu pada kendaraan kami, bahwa kami ingin menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Kepercayaan masyarakat Indonesia, termasuk konsumen di Semarang dan Jawa Tengah, terhadap BYD terus menunjukkan perkembangan positif.
“Berkat kepercayaan masyarakat Indonesia, khususnya rekan-rekan di Semarang dan customer kesayangan kami, penjualan kami telah melebihi 22 persen,” tegas dia.
Luther mengatakan, perkembangan pasar kendaraan listrik di Indonesia semakin cepat dan positif. Hal itu antara lain terlihat dari kontribusi penjualan BYD sepanjang Januari hingga Agustus 2026.
Pada periode tersebut, kendaraan BYD di Indonesia telah mencapai sekitar 40.700 unit, dengan penguasaan pasar nasional lebih dari 37 persen.
Jawa Tengah menjadi salah satu wilayah yang mencatatkan pencapaian positif. Hingga kini, lebih dari 3.000 keluarga di Jawa Tengah telah mempercayakan mobilitasnya kepada BYD.
“Jawa Tengah adalah salah satu yang mencatat pencapaian luar biasa. Secara total lebih dari 3.000 keluarga di Jawa Tengah sudah mempercayakan mobilitasnya dengan BYD,” ungkapnya.
Untuk memperkuat layanan, BYD saat ini telah memiliki sekitar 110 titik layanan di Indonesia. Di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), jumlah titik operasional juga akan terus ditambah. Dari tujuh titik operasional yang ada saat ini, jumlahnya ditargetkan menjadi 16 titik di Jawa Tengah dan DIY.
Luther mengakui bahwa sekitar 60 persen masyarakat Indonesia saat ini masih bergantung pada kendaraan berbahan bakar bensin. Karena itu, BYD terus menawarkan pilihan kendaraan elektrifikasi, baik kendaraan listrik murni atau electric vehicle (EV), maupun teknologi DM-i.
Dalam perjalanan dua tahun di Indonesia, BYD juga terus membangun kepercayaan konsumen melalui berbagai produk dan inovasi. Kepercayaan tersebut menjadi dorongan bagi BYD untuk menghadirkan produk-produk baru. Salah satunya melalui peluncuran produk pada Mei lalu yang mendapatkan respons positif dari pasar.
Editor: Holy
Terkini
NYALANUSANTARA, Ungaran- Kabupaten Banyumas berhasil meraih juara umum…
Semarang — Sebanyak 1.000 peserta mengikuti DOSS Photolympic…
NYALANUSANTARA, SEMARANG- Maxim resmi menghadirkan layanan BikeXL di Semarang…
NYALANUSANTARA, KLATEN- Maxim menyalurkan santunan penggantian biaya pengobatan sebesar…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- UniPin, platform penyedia layanan produk digital, resmi…
Semarang — Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng memperkuat…
Semarang — Lebih dari 3.000 peserta mengikuti Semarang…
NYALANUSANTARA, SURABAYA- Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP)…
NYALANNUSANTARA, YOGYAKARTA- Festival Pesta Boneka 2026 yang diinisiasi Papermoon…
NYALANUSANTARA, Kendal – Kabupaten Kendal memiliki potensi untuk…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Serangan yang menyasar Bandara Internasional Raja Khalid…

Komentar