Mobil Listrik Mulai Geser Pilihan Konsumen LCGC di Jateng, Aira EV Pesan 300 Unit
NYALANUSANTARA, Semarang— Peta persaingan kendaraan di Jawa Tengah mulai mengalami perubahan seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap mobil listrik. Kendaraan listrik yang sebelumnya lebih banyak dipandang sebagai kendaraan tambahan bagi konsumen kelas menengah atas, kini mulai masuk ke pasar pembeli mobil pertama atau first buyer.
Perubahan tersebut terlihat dari respons konsumen terhadap mobil listrik berukuran ringkas yang menyasar kebutuhan mobilitas perkotaan. Salah satunya tercermin dari penjualan awal Wuling Aira EV yang telah mencatat sekitar 300 unit pemesanan di Jawa Tengah.
Fenomena itu terlihat dalam gelaran GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) Semarang 2026 di Muladi Dome UNDIP. Wuling menilai karakter konsumen kendaraan listrik di Jawa Tengah kini semakin beragam, termasuk dari kalangan anak muda dan keluarga yang sebelumnya mempertimbangkan mobil konvensional di segmen Low Cost Green Car (LCGC).
Regional Sales Senior Manager Wuling Motors, Noor Fazrur Rahman Ridha, mengatakan kendaraan listrik kini mulai diminati konsumen berusia 20 hingga 30-an yang membeli mobil untuk kebutuhan pribadi maupun aktivitas keluarga.
"Profil customer-nya sejauh ini kita sudah mulai first buyer. Anak muda usia 20–30-an sudah mulai banyak, terus orang tua yang ingin belikan untuk anaknya atau pengen untuk sehari-hari antar anak sekolah," kata Noor Fazrur saat ditemui di sela GIIAS Semarang 2026, Rabu (30/9/2026).
Menurut dia, perubahan perilaku konsumen juga mulai terlihat pada keluarga muda. Jika sebelumnya mobil pertama mereka cenderung berasal dari segmen LCGC, kini sebagian mulai mempertimbangkan mobil listrik sebagai pilihan kendaraan utama.
"Keluarga muda juga beli untuk mobil pertama. Biasanya dulu belinya LCGC, sekarang sudah mulai ngelirik Aira EV," ujarnya.
Konsumen Jawa Tengah Banyak Pilih Varian Long Range
Meski menyasar konsumen pemula dan segmen entry-level, pilihan konsumen Jawa Tengah justru tidak sepenuhnya tertuju pada varian dengan harga paling rendah.
Noor menyebut sekitar 80 hingga 90 persen pemesanan Aira EV di Jawa Tengah didominasi varian Long Range. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa jarak tempuh dan aspek fungsional masih menjadi pertimbangan penting konsumen ketika memilih mobil listrik untuk penggunaan sehari-hari.
Wuling pun melihat peluang pertumbuhan pasar yang cukup besar dari perubahan karakter pembeli tersebut. Aira EV diproyeksikan mampu memberikan kontribusi sekitar 40 hingga 50 persen terhadap penjualan Wuling di Jawa Tengah.
Editor: Redaksi
Terkait
NYALANUSANTARA, Jakarta- Wuling Indonesia memperkenalkan lini kendaraan listrik…
Terkini
NYALANUSANTARA, Ungaran- Kabupaten Banyumas berhasil meraih juara umum…
Semarang — Sebanyak 1.000 peserta mengikuti DOSS Photolympic…
NYALANUSANTARA, SEMARANG- Maxim resmi menghadirkan layanan BikeXL di Semarang…
NYALANUSANTARA, KLATEN- Maxim menyalurkan santunan penggantian biaya pengobatan sebesar…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- UniPin, platform penyedia layanan produk digital, resmi…
Semarang — Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng memperkuat…
Semarang — Lebih dari 3.000 peserta mengikuti Semarang…
NYALANUSANTARA, SURABAYA- Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP)…
NYALANNUSANTARA, YOGYAKARTA- Festival Pesta Boneka 2026 yang diinisiasi Papermoon…
NYALANUSANTARA, Kendal – Kabupaten Kendal memiliki potensi untuk…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Serangan yang menyasar Bandara Internasional Raja Khalid…

Komentar