Pemkab Magelang dan UGM Kerja Sama Identifikasi Potensi Ikan Air Tawar Lokal
NYALANUSANTARA, Mungkid- Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magelang telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk program Identifikasi dan Upaya Pelestarian Sumber Daya Ikan Perairan Sungai di Kabupaten Magelang. Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Magelang juga telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan UGM terkait program ini.
Kegiatan ini akan berlangsung dari Oktober hingga Desember 2025 dan bertujuan untuk mengidentifikasi potensi ikan air tawar lokal yang terdapat di sungai-sungai di Kabupaten Magelang. Output utama dari program ini adalah dokumen kajian domestikasi ikan lokal yang dapat dikembangkan sebagai sumber daya perikanan berkelanjutan.
Prof. Djumanto, Ketua Tim Kajian dari Fakultas Pertanian UGM, melaporkan bahwa kegiatan sudah dimulai dengan koordinasi bersama komunitas pemancing serta melakukan survei lapangan di enam titik stasiun penelitian. Enam titik tersebut berada di tiga wilayah representatif Kabupaten Magelang, yaitu utara, tengah, dan selatan, dengan lokasi di Muntilan (tiga titik), Sungai Elo (satu titik), Sungai Mangu (satu titik), dan Sungai Ndaru (satu titik).
Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magelang, Joni Indarto, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian ikan lokal sesuai arahan bupati. "Kami berharap masyarakat, khususnya kelompok miskin, dapat memanfaatkan sumber daya sungai untuk kebutuhan protein ikan. Upaya ini juga akan didorong melalui pembangunan nursery dan spawning ground," ujarnya saat penandatanganan PKS di gedung Fakultas Pertanian UGM, Yogyakarta, pada Senin (22/9).
Dekan Fakultas Pertanian UGM, Jaka Widada, menekankan bahwa menjaga ekosistem perairan sungai merupakan hal yang sangat penting. Ia mengatakan, "Ekosistem akan menentukan, pemulihan yang terlambat justru akan menghambat. Karena itu, habitat asli perlu dijaga," sambungnya.
Ia berharap agar Prof. Djumanto dapat mengawal penelitian ini dengan baik.
Kerja sama ini diharapkan dapat menghasilkan identifikasi jenis-jenis ikan lokal yang memiliki nilai ekonomis dan berpotensi untuk didomestikasi. Sebagai informasi, Kabupaten Magelang sebelumnya telah mendaftarkan ikan beong sebagai indikasi geografis khas daerah. Kedepannya, ikan-ikan lokal lain yang berhasil diidentifikasi akan diupayakan untuk dikembangkan melalui domestikasi.
Potensi Budidaya Ikan Lokal
Saat ini, beberapa jenis ikan seperti mangur atau carper telah berhasil dibudidayakan di tingkat masyarakat dan terbukti dapat beradaptasi dengan baik di wilayah DIY serta Kabupaten Magelang. Dengan penandatanganan PKS ini, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magelang bersama Fakultas Pertanian UGM berkomitmen untuk terus mendorong pemanfaatan potensi perikanan lokal sebagai sumber ketahanan pangan dan identitas ekonomi daerah.
Editor: Redaksi
Terkait
NYALANUSANTARA, Mungkid- Ratusan peserta dari berbagai daerah mengikuti…
NYALANUSANTARA, Mungkid- Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, menyampaikan apresiasi…
Terkini
NYALANUSANTARA, Semarang – Polda Jateng menjamin keamanan keluarga…
NYALANUSANTARA, Banyumas – Kebakaran rumput alang alang terjadi…
NYALANUSANTARA, Semarang – PT KAI Daop 4 Semarang…
NYALANUSANTARA, Semarang – Kanwil Kemenkum Jateng menggelar rangkaian…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Film “Ohh My Dog” menghadirkan dua cerita…
NYALANUSANTARA, MOROWALI- Tiga program tanggung jawab sosial perusahaan atau…
NYALANUSANTARA, Semarang – Peredaran rokok elektronik (vape) yang…
NYALANUSANTARA, Semarang - Untuk memenuhi kebutuhan layanan kesehatan…
NYALANUSANTARA, Semarang – Universitas Wahid Hasyim atau Unwahas…
NYALANUSANTARA, Semarang – Memasuki dunia perguruan tinggi bukan…
NYALANUSANTARA, Temanggung – Desa Campuranom, Kecamatan Bansari, Kabupaten…

Komentar