Napi di Lapas Semarang Belajar Teknik Budidaya Ikan Melalui Sipangan Digital

Napi di Lapas Semarang Belajar Teknik Budidaya Ikan Melalui Sipangan Digital

NYALANUSANTARA, Semarang - Lapas Kelas I Semarang mengadakan Pelatihan Budidaya Ikan bagi petugas dan napi, Selasa (04/11). Pelatihan tersebut diikuti oleh 10 petugas dan 20 napi secara langsung di Aula Graha Pancasila dan secara daring oleh peserta luar Lapas Semarang.

Tak hanya klasikal, pelatihan juga diikuti oleh peserta dari luar Lapas Semarang. Kabid Kegiatan Kerja, Suranta Sinuraya mengatakan dalam laporannya, terdapat total 353 peserta dengan rincian 233 petugas, 78 WBP dan 42 masyarakat umum.

Kepala Lapas Kelas I Semarang, Fonika Affandi memberikan sambutan sekaligus membuka pelatihan. 

“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata transformasi pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus implementasi 13 program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan khususnya dalam hal pemberdayaan warga binaan untuk mendukung ketahanan pangan,” ucap Fonika, Jumat (7/11). 

Pelatihan berjudul One Stop Training: Budidaya Ikan Air Tawar Berkelanjutan dan Pengolahan Value Added Project ini mengintegrasikan seluruh proses pembelajaran teori, praktik lapangan, pengolahan hasil hingga strategi pemasaran.

Lapas Semarang menghadirkan pengajar dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro. Dalam paparannya, Dosen Prodi Studi  Akualtur Tristiana Yuniarti menjelaskan materi mengenai kebutuhan pangan (nutrisi) bagi ikan dan manfaat mengkonsumsi ikan.

Fonika berharap, dengan sistem pembelajaran yang fleksibel ini, petugas dan warga binaan dapat terus mengembangkan potensi diri di dalam Lapas. Pelatihan akan dilaksanakan 3 hari dengan materi yang berbeda tiap harinya.


Editor: Holy

Komentar

Terkini