Ekspor Salak Nglumut Kab Magelang Capai Ratusan Ton

Ekspor Salak Nglumut Kab Magelang Capai Ratusan Ton

NYALANSANTARA, Mungkid- Produktivitas ekspor salak Nglumut yang dikelola oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Ngudi Luhur di Desa Kaliurang, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, terus mengalami peningkatan. 

Dalam satu tahun terakhir, aktivitas ekspor salak ke berbagai negara, termasuk pengiriman domestik, telah mencapai ratusan ton.

Ketua Gapoktan Ngudi Luhur, Agus Sryono, menyebutkan bahwa ekspor salak Nglumut ke Cina selama periode Januari hingga Oktober 2025 hampir menembus angka 700 ton. Selain itu, pengiriman ke negara lain seperti Kamboja dan beberapa negara Eropa juga tercatat mencapai 50 ton dalam waktu yang sama. 

"Ekspor salak ke Cina pada tahun 2025 sangat signifikan, dan kami juga mengirimkan ke Kamboja dan Eropa," ungkap Agus dalam acara peringatan HUT ke-30 PT Sewu Segar Nusantara yang digelar di Aula Kantor Desa Kaliurang, Kamis (13/11).

Agus menjelaskan bahwa di Kecamatan Srumbung terdapat lebih dari 800 hektar perkebunan salak jenis Nglumut. Meskipun demikian, luas lahan tersebut masih belum cukup untuk memenuhi permintaan ekspor yang semakin meningkat. Kerjasama ekspor salak Nglumut antara Gapoktan Ngudi Luhur dan buyer PT Sewu Segar Nusantara telah terjalin sejak tahun 2017. Dalam kurun waktu tersebut, salak khas lereng barat Gunung Merapi ini telah menembus pasar lokal dan internasional, termasuk Cina, Timor Leste, dan beberapa negara di Eropa.

"Harapan kami, ke depannya kerjasama ini dapat membuka pasar baru, seperti Vietnam, dan memperluas pangsa pasar ke Arab, Eropa, dan Amerika Serikat," tambah Agus.

Perwakilan PT Sewu Segar Nusantara, Budi Haryono, menambahkan bahwa ekspor salak Nglumut ke Cina tahun ini telah mencapai sekitar 600 ton, dengan rata-rata pengiriman 60 ton per pengiriman. Ia juga menilai bahwa pasar untuk salak masih terbuka luas, terutama di Cina. "Kami masih membuka pasar karena peluangnya sangat besar. Selain Cina, kami juga berencana untuk memperluas pasar ke Timur Tengah, Jepang, dan negara lainnya," ujar Budi.


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini