Wujudkan Pendidikan Inklusif, Pemkab Cilacap Gelar Rakor Unit Layanan Disabilitas
NYALANUSANTARA, Cilacap- Untuk mewujudkan pendidikan inklusif yang bermutu, diperlukan keterlibatan aktif dari berbagai pihak. Namun, dalam pelaksanaannya, masih banyak tantangan yang dihadapi, mulai dari keterbatasan sumber daya, pemahaman satuan pendidikan, hingga koordinasi lintas sektor yang belum optimal.
Sebagai respons terhadap hal tersebut, Unit Layanan Disabilitas hadir sebagai pusat layanan pendukung penyelenggaraan pendidikan inklusif, dengan fokus pada asesmen, advokasi, dan pendampingan satuan pendidikan.
Dalam rangka menyamakan persepsi di antara para pemangku kepentingan terkait Unit Layanan Disabilitas sebagai sistem pendukung implementasi pendidikan inklusif, Pemerintah Kabupaten Cilacap melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P&K) Kabupaten Cilacap menggelar Rapat Koordinasi Unit Layanan Disabilitas di Cilacap pada Senin, 17 November 2025, bertempat di Noola Hotel Cilacap.
Acara ini dibuka oleh Kepala Dinas P&K Kabupaten Cilacap, Paiman, dan dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk Kepala Perangkat Daerah, Koordinator Pengawas PAUD, SD, SMP, Kepala SD, SMP, Wali Wilayah Kabupaten Cilacap, BBPMP Provinsi Jawa Tengah, serta Ketua Yayasan Sosial Bina Sejahtera (YSBS) Mino Martani Cilacap dan Kepala Unit Mino Martani YSBS Cilacap.
Dalam sambutannya, Paiman menyampaikan orang berkebutuhan khusus bukan berarti kita lebih baik dari mereka, bisa saja sebaliknya. "Kita berhak untuk memperlakukan mereka seperti yang lainnya. Kewajiban kita adalah bagaimana kita memperlakukan mereka dengan segala yang kita punya, meskipun terbatas dalam Sumber Daya Manusia," ujarnya.
Rapat Koordinasi ini menghadirkan narasumber Dr. R. Muktiono Waspodo dari PKPLK Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, yang membahas tentang kebijakan pendidikan inklusif dan Unit Layanan Disabilitas. Dalam paparannya, Muktiono menekankan pentingnya kolaborasi dan komunikasi antar sektor untuk mendukung pelayanan pendidikan inklusif.
"Pendidikan inklusif adalah sistem yang menyediakan kesempatan belajar yang sama bagi semua peserta didik, termasuk mereka yang memiliki disabilitas atau kebutuhan khusus, untuk belajar bersama dalam satu lingkungan sekolah yang sama tanpa diskriminasi," ungkapnya.
Acara ini bertujuan untuk memperkuat komitmen semua pihak dalam mendukung pendidikan inklusif di Kabupaten Cilacap dan memastikan layanan pendidikan yang adil serta tanpa diskriminasi bagi semua anak, termasuk anak-anak dengan kebutuhan khusus.
Editor: Redaksi
Terkait
NYALANUSANTARA, Cilacap- Korban tanah longsor di Desa Cibeunying,…
NYALANUSANTARA, Cilacap– Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menginstruksikan…
Terkini
NYALANUSANTARA, Semarang — Genap satu tahun hadir sebagai…
NYALANUSANTARA, Semarang - Menteri Hukum Supratman Andi Agtas…
NYALANUSANTARA, Sukoharjo – Kanwil Kemenkum Jateng bekerja sama…
Semarang — Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mendorong…
Semarang — Hujan yang mengguyur kawasan Tempat Pemrosesan…
NYALANUSANTARA, Semarang – Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng…
NYALANUSANTARA, Jember – Inovasi kendaraan hemat energi Universitas…
NYALANUSANTARA, Temanggung – Universitas Diponegoro (UNDIP) melalui Lembaga…
NYALANUSANTARA, Semarang – Memperkuat langkah menuju World-Class University,…
NYALANUSANTARA, Magelang - Kecelakaan melibatkan dua unit truk…
NYALANUSANTARA, Semarang – Dewan Penyantun Pendidikan Universitas Negeri…

Komentar