Pemkab Magelang Adakan Pendidikan Pemilih Berkelanjutan Guna Perkuat Kualitas Demokrasi
NYALANUSANTARA, Mungkid- Pendidikan Pemilih Berkelanjutan dengan tema "Peran Perempuan dan Masyarakat dalam Pemilu dan Pemilihan sebagai Penguatan Demokrasi Lokal" kembali digelar di Kabupaten Magelang. Kegiatan itu bertujuan untuk memperkuat kualitas demokrasi di tingkat lokal dengan meningkatkan peran perempuan dalam proses politik.
Acara yang diselenggarakan pada Kamis 20 November 2025, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Magelang ini merupakan kolaborasi antara KPU Kabupaten Magelang dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Magelang.
Berbagai organisasi perempuan, pemangku kebijakan, serta pegiat demokrasi turut hadir untuk mendiskusikan peningkatan peran strategis perempuan, baik sebagai pemilih maupun pengambil keputusan. Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Magelang, Dian Grengseng Pamuji, dalam sambutannya menyampaikan kebanggaan atas tingkat partisipasi yang sangat tinggi dalam Pemilu dan Pilkada 2024.
Dian melaporkan, Kabupaten Magelang mencatatkan tingkat partisipasi pemilih yang melampaui rata-rata nasional, dengan angka 90,1 persen pada Pemilihan Presiden, 81,02 persen pada Pemilihan Gubernur, dan 80,63 persen pada Pemilihan Bupati. "Pencapaian ini tidak lepas dari sinergi seluruh pihak, terutama KPU Kabupaten Magelang yang telah memastikan setiap tahapan Pemilu berjalan dengan aman dan lancar," ujarnya.
Lebih lanjut, Dian juga menyoroti peran perempuan dalam proses politik, mengungkapkan bahwa dari total 1.014.525 pemilih pada Pilkada 2024, jumlah pemilih perempuan mencapai 508.286 orang atau 50,1 persen. Tingkat kehadiran pemilih perempuan juga sangat tinggi, mencapai 83,09 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pemilih laki-laki yang hanya 78,17 persen.
"Ini menunjukkan bahwa perempuan bukan hanya hadir sebagai angka statistik, tetapi benar-benar menjadi kekuatan besar dalam menentukan arah politik dan pembangunan daerah," tambahnya.
Namun, meskipun partisipasi perempuan sebagai pemilih sudah sangat tinggi, representasi perempuan dalam lembaga politik masih perlu ditingkatkan. Pada Pemilu 2019, keterwakilan perempuan di DPRD Kabupaten Magelang tercatat sebesar 14 persen (7 dari 50 kursi), namun pada Pemilu 2024 angka ini justru menurun menjadi 10 persen (5 kursi).
Dian menegaskan bahwa meskipun kuota 30 persen perempuan selalu terpenuhi dalam pencalonan, tingkat keterpilihan perempuan masih stagnan, bahkan menurun. "Ini menjadi pekerjaan bersama agar perempuan tidak hanya menjadi pemilih, tetapi juga aktor politik yang aktif," tegasnya.
Dian juga mengajak Ketua dan Wakil Ketua DPRD yang hadir dalam acara tersebut untuk memberikan masukan konkret agar perempuan di Kabupaten Magelang dapat lebih terlibat dan memiliki peluang yang lebih luas untuk berkarir di dunia politik.
Ketua KPU Kabupaten Magelang, Ahmad Rofik, menambahkan bahwa pendidikan pemilih tidak berakhir setelah Pemilu. "Pada masa pasca-Pemilu, KPU terus menjalankan dua agenda strategis: Pendidikan Pemilih Berkelanjutan dan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan," ujar Rofik.
Editor: Redaksi
Terkait
NYALANSANTARA, Mungkid- Produktivitas ekspor salak Nglumut yang dikelola…
NYALANUSANTARA, Magelang– Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, menekankan pentingnya…
Terkini
NYALANUSANTARA, Semarang – Polda Jateng menjamin keamanan keluarga…
NYALANUSANTARA, Banyumas – Kebakaran rumput alang alang terjadi…
NYALANUSANTARA, Semarang – PT KAI Daop 4 Semarang…
NYALANUSANTARA, Semarang – Kanwil Kemenkum Jateng menggelar rangkaian…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Film “Ohh My Dog” menghadirkan dua cerita…
NYALANUSANTARA, MOROWALI- Tiga program tanggung jawab sosial perusahaan atau…
NYALANUSANTARA, Semarang – Peredaran rokok elektronik (vape) yang…
NYALANUSANTARA, Semarang - Untuk memenuhi kebutuhan layanan kesehatan…
NYALANUSANTARA, Semarang – Universitas Wahid Hasyim atau Unwahas…
NYALANUSANTARA, Semarang – Memasuki dunia perguruan tinggi bukan…
NYALANUSANTARA, Temanggung – Desa Campuranom, Kecamatan Bansari, Kabupaten…

Komentar