Meningkatnya Popularitas Dracin Dorong Pertukaran Budaya Indonesia–China

Meningkatnya Popularitas Dracin Dorong Pertukaran Budaya Indonesia–China

NYALANUSANTARA, JAKARTA- Hesti, seorang pekerja di Jakarta, bersama beberapa temannya berencana berlibur ke Kota Chongqing dan Qingdao di China pada pertengahan tahun depan. Motivasi utamanya adalah mengunjungi sejumlah lokasi syuting drama China (Dracin) yang sudah mereka tonton.

   Berada di usia pertengahan 20-an tahun dan disibukkan dengan dunia kerja, Hesti mengaku memilih menonton Dracin untuk melepas penat, biasanya sepulang bekerja pada malam hari atau saat akhir pekan. Kebanyakan judul yang ditontonnya bergenre romansa dengan cerita ringan dan mudah dipahami.

   "Dibandingkan drama Korea, Dracin biasanya berdurasi lebih pendek antara 30-45 menit per episode, dan cerita romansanya selalu berakhir bahagia. Itu yang membuat saya suka menonton serial ini," kata Hesti, yang telah menonton puluhan judul Dracin dalam lima tahun terakhir.

   Selain merencanakan liburan ke Tiongkok, kebiasaannya menonton Dracon juga membuatnya semakin tertarik untuk mempelajari bahasa dan budaya Tiongkok. Seiring berjalannya waktu, Hesti mulai menguasai beberapa kata dalam bahasa Mandarin meski tak pernah mengikuti pelatihan bahasa sekali pun.

   Seperti halnya penggemar drama Korea, pencinta Dracin juga berkembang pesat di Indonesia. Fenomena "fandom" atau kelompok penggemar aktor-aktris China kian menjamur, salah satunya Tian Zhou Indonesia, kelompok penggemar aktor Zhou Yiran.

Foto menunjukkan lokasi syuting drama pendek di dasar produksi drama pendek di Distrik Yujiang, Kota Yingtan, Provinsi Jiangxi, Tiongkok timur, pada 29 Juli 2025. (Xinhua/Yu Gang)


Editor: Lulu

Terkait

Komentar

Terkini