Jelang Berganti Tahun, Pemkab Cilacap Gelar Doa Bersama

Jelang Berganti Tahun, Pemkab Cilacap Gelar Doa Bersama

NYALANUSANTARA, Cilacap— Menjelang berakhirnya tahun 2025 dan memasuki tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Cilacap menggelar doa bersama sebagai momentum refleksi dan muhasabah atas perjalanan pembangunan daerah selama satu tahun terakhir. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Prasandha Pendopo Wijaya Kusuma Sakti, Cilacap, Kamis 18 Desember 2025.

Doa bersama dihadiri Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman, Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap Sadmoko Danardono, para asisten Sekda, jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta para ulama se-Kabupaten Cilacap.

Dalam sambutannya, Syamsul menegaskan bahwa kegiatan doa bersama tidak hanya dimaknai sebagai ritual keagamaan, tetapi juga sebagai sarana introspeksi diri, baik secara pribadi maupun dalam penyelenggaraan pemerintahan.

“Menjelang akhir tahun, kita selalu mencoba merenungi. Jika perbuatan dan amalan kita sama dengan hari kemarin, kita termasuk orang yang merugi. Jika lebih buruk dari hari kemarin, kita termasuk golongan orang yang celaka. Oleh karena itu, mari kita bersama-sama melakukan introspeksi,” ujar Syamsul.

Syamsul mengakui bahwa amanah memimpin Kabupaten Cilacap bukanlah tugas yang ringan. Dengan luas wilayah sekitar 2.300 kilometer persegi dan jumlah penduduk lebih dari dua juta jiwa, Cilacap menjadi kabupaten terluas di Provinsi Jawa Tengah.

Menurutnya, kondisi tersebut menuntut komitmen seluruh jajaran pemerintah daerah untuk terus belajar dan melakukan perbaikan agar penyelenggaraan pemerintahan ke depan lebih baik. Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus memberikan teladan, meskipun dihadapkan pada berbagai keterbatasan dan ketidaksempurnaan.

Syamsul menekankan bahwa keberhasilan pemerintahan tidak dapat dicapai tanpa dukungan masyarakat. Ia menyebut partisipasi warga menjadi elemen penting dalam mendukung pembangunan daerah.

“Pemerintahan tidak bisa berjalan sendiri. Kami membutuhkan *support system* dari seluruh masyarakat Cilacap,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa kontribusi masyarakat dapat diwujudkan melalui langkah-langkah sederhana, seperti menaati peraturan dan memenuhi kewajiban pajak. Pembayaran pajak, baik pajak restoran, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), maupun pajak penghasilan, dinilai sebagai bentuk nyata partisipasi masyarakat dalam mendukung jalannya pemerintahan dan pembangunan daerah.

Selain itu, Bupati juga meminta dukungan para tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk membantu menyampaikan informasi yang benar, meluruskan kesalahpahaman, serta menjaga persatuan di tengah masyarakat. Dengan jumlah aparatur sipil negara yang terbatas dibandingkan jumlah penduduk, peran tokoh masyarakat dinilai strategis dalam mendukung kinerja pemerintah daerah.

preferred sources in Google Searc


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini