Kades dari Banten Bagikan Inspirasi Pembangunan Desa Wisata Usai Kunjungan ke China

Kades dari Banten Bagikan Inspirasi Pembangunan Desa Wisata Usai Kunjungan ke China

NYALANUSANTARA, JAKARTA- Semangat baru tengah tumbuh di Desa Tambang Ayam, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Kepala Desa Tambang Ayam, Jumintra, mengaku memperoleh banyak inspirasi setelah mengikuti kunjungan pembelajaran ke China, khususnya terkait pengembangan desa wisata.

Inspirasi tersebut ia dapatkan saat mengikuti Sesi Kelima Program Pelatihan Kader Pedesaan Indonesia pada awal November 2025. Program pelatihan bagi kepala desa ini merupakan hasil kerja sama antara Republik Rakyat China dan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) Republik Indonesia yang telah berlangsung sejak 2019.

Melalui program ini, setiap tahun sekitar 20 hingga 30 kepala desa terpilih dari berbagai daerah di Indonesia diberi kesempatan untuk belajar langsung mengenai praktik pembangunan pedesaan di China. Hingga 2025, tercatat lebih dari 100 kepala desa Indonesia telah mengikuti program tersebut dan menyaksikan secara langsung kemajuan desa-desa di China.

Bagi Jumintra, pengalaman tersebut menjadi bekal berharga untuk diterapkan di desanya. Ia menilai konsep pengelolaan desa wisata yang terintegrasi dengan potensi lokal dapat menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat, sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga Desa Tambang Ayam ke depan.

Jumintra merupakan salah satu peserta yang berangkat pada sesi terbaru. Dia mengaku bangga telah terpilih dan memiliki kesempatan belajar ke China. "Rasanya seperti tidak percaya karena di seluruh Indonesia hanya 22 kepala (desa yang terpilih), sedangkan ada 75.000 lebih desa. Begitu tiba, saya merasa inilah negara yang harus saya pelajari. Banyak sekali yang didapat, terutama di (sektor) pariwisata," papar Jumintra yang terlihat bersemangat ketika ditemui Xinhua di desanya.

   Para kepala desa terpilih mengunjungi berbagai lokasi, di antaranya Provinsi Shandong dan Beijing, ibu kota China, untuk menggali wawasan mendalam tentang pembangunan sejumlah desa di China. Dari berbagai tempat itu, mereka belajar banyak hal, termasuk pembangunan berkelanjutan, pengembangan wisata, dan integrasi pertanian.

   PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DARI KEKAYAAN SEJARAH

   Dalam kunjungan itu, Jumintra dan rombongan menginjakkan kaki di seksi Badaling dari Tembok Besar di Desa Shixia, Distrik Yangqin, Beijing. Di sana, dia mempelajari bagaimana Desa Shixia hidup bersama kekayaan sejarah Tembok Besar. Tidak hanya itu, yang menarik perhatiannya adalah pengelolaan Desa Shixia. Desa ini berhasil menerapkan model pembangunan yang berfokus pada pelestarian warisan Tembok Besar China. Warga menjadikan pelestarian warisan bersejarah itu sebagai mesin penggerak ekonomi yang berkelanjutan melalui pariwisata. Warga desa memiliki komitmen tinggi dalam menjaga kelestarian Tembok Besar China karena merasa warisan sejarah itu juga adalah identitas desa.

   Desa Shixia juga memberi kesan mendalam tentang bagaimana pariwisata budaya dikelola secara berkelanjutan. "Yang paling berkesan adalah di (aspek) pariwisatanya, karena bisa diaplikasikan di sini," ujar Jumintra kepada tim Xinhua yang mengunjunginya pada pertengahan Desember.


Editor: Lulu
Sumber: Xinhua

Terkait

Komentar

Terkini