Tahap Pemulihan, UGM Mulai Pembangunan Huntara untuk Warga Terdampak Banjir di Aceh Utara
NYALANUSANTARA, Aceh Utara– Universitas Gadjah Mada (UGM) memulai pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak banjir di Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Sabtu 3 Januari 2026. Pembangunan huntara ini menandai dimulainya fase pemulihan hunian pascabencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut.
Program ini dilakukan dengan dukungan Yayasan Bulaksumur Peduli, Kagama Care, Rumah Zakat, serta pemerintah daerah untuk memastikan warga mendapatkan tempat tinggal yang aman dan layak.
Rektor UGM, Prof. Ova Emilia, dalam sambutannya menegaskan komitmen UGM untuk terlibat langsung dalam setiap tahap pemulihan, mulai dari fase tanggap darurat hingga pemulihan awal. “UGM mengonsolidasikan sumber daya akademik, medis, sosial, dan teknis melalui kerja lintas fakultas dan unit kerja. Kami membentuk tim penanggulangan bencana dengan tujuh kelompok kerja lintas disiplin agar semua intervensi berjalan terkoordinasi dan sesuai dengan kebutuhan warga,” ujar Prof. Ova Emilia dalam keterangan resminya, belum lama ini.
Rektor juga menekankan bahwa pembangunan huntara dilakukan dengan pendekatan berbasis masyarakat, di mana warga ditempatkan sebagai subjek utama pemulihan, didukung dengan keilmuan dan pendampingan teknis dari UGM. “Model ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas komunitas dalam menghadapi fase transisi pascabencana,” tambahnya.
Desain Huntara yang Berbasis Keterlibatan Warga
Dalam aspek teknis, Ketua Tim TANGGUH Fakultas Teknik UGM, Ashar Saputra, PhD, menjelaskan bahwa desain huntara disesuaikan dengan kondisi material yang ada di lapangan dan kemampuan masyarakat setempat. Pendekatan ini dipilih untuk mempercepat proses pembangunan tanpa mengorbankan aspek keamanan. “Kami merancang rumah yang bisa dibangun dengan alat dasar, sehingga warga dapat terlibat langsung dalam proses pembangunannya,” ungkap Ashar.
Hunian sementara yang berukuran 6 x 6 meter ini dilengkapi dengan dua kamar, ruang multifungsi, dan teras untuk menunjang kehidupan keluarga dan interaksi sosial. Selain itu, warga juga dilibatkan dalam pelatihan keterampilan konstruksi, memberi mereka kesempatan untuk aktif dalam pembangunan huntara.
Kegiatan seremoni pembangunan huntara juga diwarnai dengan refleksi spiritual dan ajakan untuk bangkit bersama pascabencana. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Utara, H. Fadli, SAg, MSi, menyampaikan pentingnya memaknai musibah sebagai ujian yang membuka jalan menuju pemulihan. “Di balik kesusahan, Allah menghadirkan kemudahan melalui tangan-tangan orang yang peduli,” ujar Fadli, mengapresiasi kehadiran UGM yang mendampingi masyarakat Aceh Utara.
Pemerintah Kabupaten Aceh Utara juga menyatakan dukungannya terhadap pembangunan huntara ini. Zulkifli, perwakilan pemerintah daerah, menyampaikan terima kasih kepada UGM yang telah memberikan harapan baru bagi warga terdampak banjir. “Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut hingga fase pemulihan jangka panjang,” ungkap Zulkifli.
Bagi warga yang terdampak bencana, pembangunan huntara memberikan perubahan signifikan setelah masa pengungsian yang panjang. Martunis, salah satu warga, merasa sangat terbantu dengan kehadiran hunian sementara ini. “Bagi kami, hunian sementara ini sudah seperti istana karena hadir di saat kami sangat membutuhkan tempat tinggal yang layak,” ujarnya.
Suryani, warga lainnya, juga merasakan manfaat besar dari bantuan yang diterima selama masa darurat. “Kami berterima kasih karena telah disediakan rumah yang layak dan bantuan selama masa sulit, semoga kebaikan ini dibalas dengan keberkahan,” tuturnya dengan haru.
Editor: Redaksi
Terkait
NYALANUSANTARA, Jakarta- Banjir bandang yang melanda wilayah Aceh…
NYALANUSANTARA, Jakarta- Sebanyak 600 tenaga medis yang terdiri…
Terkini
NYALANUSANTARA, Bantul– Upaya pencarian korban tenggelam di kawasan…
NYALANUSANTARA, Tegal– Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meresmikan…
NYALANUSANTARA, Semarang - Ketua Komisi B DPRD Kota…
NYALANUSANTARA. Semarang – Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa…
Santika Indonesia Hotels & Resorts Region Jawa Tengah–Daerah…
NYALANUSANTARA, Semarang – Mengambil latar pemandangan matahari terbenam…
NYALANUSANTARA, Semarang – Dalam rangka perayan Hari Ulang…
NYALANUSANTARA, Jakarta - Di balik kenyamanan penumpang yang…
NYALANUSANTARA, Tegal– Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan…
NYALANUSANTARA, Semarang - Pemerintah Kota Semarang mengapresiasi hadirnya…
NYALANUSANTARA, Kendal— Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal kembali…

Komentar