Begal Beraksi di Jalan Sepi Probolinggo, Karyawati Garmen Ditendang dan Diancam Celurit

Begal Beraksi di Jalan Sepi Probolinggo, Karyawati Garmen Ditendang dan Diancam Celurit

NYALANUSANTARA, PROBOLINGGO- Aksi kejahatan jalanan berupa pembegalan kembali meresahkan warga Kota Probolinggo. Seorang karyawati pabrik garmen menjadi korban setelah ditendang hingga terjatuh, diancam senjata tajam jenis celurit, lalu sepeda motornya dibawa kabur saat berangkat kerja sif malam.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (5/1) malam di ruas jalan sepi wilayah Kelurahan Kedungasem, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo. Dalam video amatir warga yang beredar, terlihat seorang perempuan pengendara motor matik menjadi sasaran kawanan begal di jalan dengan penerangan minim.

Korban diketahui bernama Nur Hayati, warga Kelurahan Kedunggaleng, Kecamatan Wonoasih, yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan pabrik garmen.

Berdasarkan keterangan korban, saat kejadian ia sedang mengendarai sepeda motor matik hitam bernomor polisi N 6765 RN menuju tempat kerjanya. Tanpa disadari, sejak di perjalanan ia telah dibuntuti dua pelaku yang berboncengan menggunakan satu sepeda motor.

Ketika melintas di jalanan gelap di wilayah Kedungasem sekitar pukul 19.00 WIB, para pelaku tiba-tiba memepet korban. Salah satu pelaku kemudian menendang motor korban hingga ia terjatuh bersama kendaraannya ke aspal.

Dalam kondisi terjatuh, salah satu pelaku turun dari motor dan mengancam korban menggunakan celurit. Karena ketakutan dan tidak mampu melawan, Nur Hayati akhirnya pasrah saat sepeda motornya dirampas dan dibawa kabur para pelaku.

Pasca kejadian, korban melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Probolinggo Kota pada Selasa (6/1/2026) dengan didampingi sejumlah warga.

“Pelakunya dua orang, pakai masker dan sarung. Yang turun itu yang dibonceng sambil mengacungkan celurit. Motor saya ditendang, saya langsung jatuh dan kaki saya lecet,” ungkap Nur Hayati.

Karena adanya unsur kekerasan, pihak kepolisian meminta korban menjalani visum di RSUD Dokter Mohammad Saleh Kota Probolinggo. Hasil visum tersebut akan dijadikan salah satu alat bukti untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Maraknya aksi pembegalan ini menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Warga berharap aparat kepolisian segera mengungkap kasus tersebut dan menangkap para pelaku agar kejadian serupa tidak kembali menghantui warga Kota Probolinggo.


Editor: Lulu

Terkait

Komentar

Terkini