DPRD Kota Semarang Dorong Kolaborasi Pemkot dan Warga Perkuat Ketahanan Pangan

DPRD Kota Semarang Dorong Kolaborasi Pemkot dan Warga Perkuat Ketahanan Pangan

NYALANUSATARA, Semarang – Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Suharsono, menegaskan pentingnya sinergi yang kuat antara Pemerintah Kota Semarang dan masyarakat dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Focus Group Discussion (FGD) bertema sinergi ketahanan pangan di Kecamatan Gunungpati, Selasa (12/1/2026).

Dalam forum diskusi tersebut, dipaparkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan tren positif produksi beras di Jawa Tengah. Pada tahun 2025, produksi beras tercatat mencapai 34,71 juta ton, dengan target surplus sekitar 12 juta ton pada tahun 2026 atau meningkat sekitar 5,5 persen. Jawa Tengah juga memberikan kontribusi besar terhadap kebutuhan pangan nasional, yakni sekitar 15 hingga 16 persen.

Menurut Suharsono, capaian produksi beras di tingkat provinsi tersebut turut berdampak positif terhadap stabilitas pangan di Kota Semarang.

“Kami mengapresiasi keberhasilan pemerintah dalam mewujudkan swasembada beras nasional pada tahun 2025. Hal ini membuat Indonesia semakin mandiri dan tidak bergantung pada impor pangan,” ungkapnya.

Meski demikian, Suharsono menekankan bahwa ketersediaan stok pangan harus diimbangi dengan sistem distribusi yang baik, terutama menjelang momentum hari besar keagamaan.

“DPRD Kota Semarang akan terus mendorong agar distribusi beras dan bahan pokok lainnya dapat merata hingga ke masyarakat. Harga juga harus tetap terkendali, khususnya menjelang Ramadan dan Idul Fitri,” tegasnya.

Lebih lanjut, Suharsono menyoroti sejumlah indikator ketahanan pangan daerah, seperti stabilitas harga, keberlanjutan program pemerintah, serta tingkat ketergantungan antarwilayah. Ia juga menilai positif salah satu inovasi Pemkot Semarang, yakni program Kempling Semar (Ketahanan Pangan Keliling Semarang).


Editor: Lulu

Terkait

Komentar

Terkini