Museum Dreamlight Media Experience Hadirkan Wawasan Revolusi Media bagi Pelajar

Museum Dreamlight Media Experience Hadirkan Wawasan Revolusi Media bagi Pelajar

NYALANUSANTARA, Ungaran –Dreamlight World Media (DWM) Ungaran, Kabupaten Semarang, terus menjadi destinasi kunjungan industri bagi sekolah-sekolah dari berbagai daerah di Indonesia. Sebagai institusi kreatif, DWM menghadirkan pengalaman edukatif yang memperkaya pengetahuan siswa, khususnya terkait dunia media dan teknologi.

Wakil Kepala SMPN 2 Tulungan, Sidoarjo, Jawa Timur, Dwi Supriantoro, menyampaikan bahwa kunjungan industri yang diikuti 129 siswa pada Selasa, 27 Januari 2026, memberikan banyak pengalaman baru bagi peserta didik. Menurutnya, kegiatan tersebut mampu membuka wawasan jurnalistik yang sebelumnya belum didapatkan siswa di lingkungan sekolah.

“Banyak pengalaman baru yang diperoleh. Yang jelas, kegiatan ini membuka wawasan jurnalistik yang belum pernah anak-anak dapatkan sebelumnya,” ujar Dwi saat mendampingi para siswa.

Meski terbilang sekolah yang masih relatif muda—berdiri sejak 2022—SMPN 2 Tulungan telah memiliki program pengembangan media sekolah. Bahkan, pihak sekolah sudah membentuk tim media serta membangun studio podcast mini sebagai sarana melatih kemampuan komunikasi siswa.

Di tengah pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI), para siswa juga dibekali pemahaman mengenai cara menyikapi dan memanfaatkan teknologi tersebut secara kreatif dan bijak. Salah satu siswa mengungkapkan ketertarikannya setelah mengetahui bahwa AI dapat digunakan untuk menghasilkan gambar dan video yang menarik.

Dalam sesi pembelajaran AI yang dipandu oleh praktisi Hermansah, siswa diperkenalkan pada konsep dasar sistem kecerdasan buatan serta praktik penggunaan prompt untuk menciptakan karya visual dan video berbasis AI.

Guru pendamping menilai kunjungan industri ini memberikan pengalaman belajar yang sangat berharga. Siswa tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga gambaran nyata tentang perkembangan teknologi dan industri kreatif masa kini.

“Anak-anak bisa melihat langsung bagaimana perkembangan teknologi dan dunia kreatif. Ini sangat baik untuk menumbuhkan minat belajar serta kreativitas mereka,” kata Dwi.

Selain itu, siswa juga diajak menjelajahi Museum Dreamlight Media Experience (DMX) yang menampilkan perjalanan revolusi media dari masa ke masa. Berbagai aktivitas menarik turut dirasakan, mulai dari studio imersif, praktik menjadi presenter televisi dan podcaster, hingga mencoba animasi.

“Para siswa jadi lebih mengenal dunia pertelevisian, mulai dari sejarah telekomunikasi, proses produksi program, pemanfaatan AI, hingga bagaimana sebuah acara dapat diproduksi dan disiarkan,” tutup Dwi Supriantoro.


Editor: Lulu

Terkait

Komentar

Terkini