Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, Pimpin Puncak Hari Guru Nasional di Simpanglima
semarangkota.go.id
NYALANUSANTARA, Semarang - Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, menunjukkan komitmennya terhadap dunia pendidikan dengan menyelenggarakan acara bersejarah di Lapangan Pancasila, Simpanglima, Kota Semarang, pada hari Minggu (26/11) untuk merayakan Hari Guru Nasional.
Lebih dari 10 ribu peserta, termasuk guru dan siswa-siswi dari seluruh Kota Semarang, turut serta dalam kegiatan car free day yang diadakan serentak.
Dalam acara yang penuh keceriaan ini, berbagai bakat dan keterampilan guru serta peserta didik ditampilkan, mulai dari penampilan band, marching band, hingga paduan suara yang memeriahkan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Wali Kota akrab dipanggil "Mbak Ita" ikut merayakan momen tersebut dengan mengabadikannya lewat ponselnya, menunjukkan antusiasmenya terhadap kegiatan tersebut.
Suasana semakin meriah ketika siswa-siswi dari Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) secara berurutan mendekati Mbak Ita untuk memberikan sekuntum mawar merah, sebuah gestur penghargaan kepada pemimpin kota. Mawar juga diberikan kepada para guru yang turut hadir dalam perayaan ini.
Hari Guru juga dimeriahkan oleh pameran produk P5 (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) yang mendukung gaya hidup berkelanjutan sesuai dengan Kurikulum Merdeka. Mbak Ita menegaskan pentingnya peran guru dalam membimbing generasi penerus bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
"Kalau tidak ada bapak ibu guru, kita semua tidak akan seperti ini. Kita semua tidak akan bisa menjadi orang hebat. Kalau tanpa panjenengan semua kita bukan siapa-siapa," kata Mbak Ita, menyampaikan terima kasih kepada ribuan guru yang memadati Lapangan Pancasila, Simpanglima.
Dalam pidatonya, Mbak Ita tidak hanya menyampaikan apresiasinya terhadap guru, tetapi juga menyoroti tantangan yang dihadapi dalam era digitalisasi. Ia menekankan bahwa guru harus terus mengembangkan diri di tengah kemajuan teknologi.
"Tantangan menjadi guru sangat luar biasa, kita tahu zaman digitalisasi seperti ini semua mudah dilihat dan dijangkau," katanya.
Namun, Mbak Ita juga mengingatkan tentang dua isu serius, yakni perundungan dan kekerasan seksual di kalangan siswa. Ia meminta dukungan guru untuk mensosialisasikan dan mencegah agar anak-anak tidak menjadi korban pelecehan seksual.
Editor: Admin
Terkait
NYALANUSANTARA, Semarang - Menjelang akhir tahun 2023, Wali…
Antisipasi Banjir, Wali Kota Semarang Ajak Masyarakat Tingkatkan Kesadaran Lingkungan di Musim Hujan
NYALANUSANTARA, Semarang - Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti…
NYALANUSANTARA, Semarang - Memasuki musim hujan, Wali Kota…
Terkini
NYALANUSANTARA, NEW YORK- Harga minyak mentah global merosot…
Film Tiba-Tiba Setan hadir sebagai tontonan horor komedi…
Sekolah Rakyat SRMA 13 Bekasi Ciptakan Prestasi dan Kesempatan bagi Siswa dari Kalangan Kurang Mampu
NYALANUSANTARA, Bekasi– Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada…
Film Ghost in the Cell karya Joko Anwar…
NYALANUSANTARA, Semarang – Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang menggelar…
Nyalanusantara, Jakarta- Pameran China Import and Export Fair…
NYALANUSANTARA, Magelang– Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mendampingi…
NYALANUSANTARA, Magelang– Presiden Prabowo Subianto, menegaskan bahwa perbedaan…
NYALANUSANTARA, Semarang– Gelaran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional…
NYALANUSANTARA, Wonosobo– Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar,…
NYALANUSANTARA, Semarang – Semangat inklusivitas yang dibangun dalam…
Komentar