Berbagi Kebahagiaan, Pemuda Indonesia Ikuti Perayaan Imlek di Kereta Mudik China
NYALANUSANTARA, TANGGERANG-
Bagi Wilbert Tanjaya, seorang pelajar Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di East China Jiaotong University di Provinsi Jiangxi, China timur, mengikuti arus mudik Imlek di China dalam sebuah gerbong kereta cepat menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Sembari merasakan suasana gegap gempita " chunyun ", atau arus perjalanan penumpang tahunan terbesar di dunia, Wilbert menyuguhkan pertunjukan bagi para penumpang yang sedang menuju kampung halaman mereka. Nuansa persahabatan dan kemeriahan pun kian terasa dalam perjalanan mudik.
Kereta nomor D138 itu berangkat dari Nanchang, ibu kota Provinsi Jiangxi, menuju Beijing pada 10 Februari, yang disebut " xiaonian " dan dianggap sebagai dimulainya perayaan Imlek di Tiongkok. Yang menjadikan kereta itu istimewa adalah sebuah gala menyenangkan yang ditampilkan dalam perjalanan. Gala seperti ini telah dimulai sejak tahun 2008 dan biasanya dihadiri serta ditugaskan oleh para staf kereta yang masih muda.
Tahun ini, D138 mengundang para mahasiswa mancanegara untuk bergabung dalam gala bergerak tersebut. Wilbert, ditemani pelajar lain dari Indonesia, Rusia, Gabon, Maroko dan berbagai negara lainnya, mengucapkan "selamat tahun baru" dalam bahasa negara masing-masing.
Wilbert menyuguhkan pertunjukan gitar di dalam kereta itu, yang disambut tepuk tangan dari teman-teman, para penumpang, maupun staf kereta. "Kereta dapat disulap menjadi panggung saat Imlek. Ini adalah hal yang luar biasa!" katanya.
Selain menyuguhkan pertunjukan, Wilbert juga mempromosikan makanan kampung halamannya, yaitu rendang sapi, kepada para penumpang lokal, sehingga memberi kesan eksotik dalam perayaan Imlek. Kerinduan Wilbert terhadap kampung halaman, yang tercermin saat dirinya memperkenalkan makanan lokal Indonesia, menyentuh hati para penumpang China.
"Kami melakukan mudik untuk berkumpul dengan keluarga tercinta di festival terpenting ini, dan saya melihat pemuda Indonesia ini juga sangat rindu di kampung halamannya. Ternyata ada kesamaan dalam emosi manusia tentang kasih sayang terhadap keluarga dan tanah air, terlepas dari negara lain dan kawasan asal mereka," ujar Li Yuzhuo, yang sedang dalam perjalanan mudik ke Provinsi Liaoning di China timur laut.
Adriana Zahra Putri Gunawan, rekan Wilbert yang juga berasal dari Indonesia, menyanyikan sebuah lagu berbahasa Mandarin, yang judulnya berarti "Merantau Jauh Hanya Untuk Bertemu Denganmu". “Walaupun saya masih kurang fasih berbahasa Mandarin, yang terpenting adalah berpartisipasi dalam perayaan yang menyenangkan ini, dan sepertinya hati saya menjadi lebih dekat dengan hati rakyat China,” tutur Adriana sambil tersenyum.
Hu Qin, kepala staf D138, mengatakan bahwa para pemuda mancanegara menambah rasa keterbukaan dalam perayaan Imlek tahun ini, dan suasananya menjadi semakin hangat.
Saat berbincang dengan penumpang, Adriana sempat menceritakan pengalamannya merayakan Imlek di Indonesia. “Ada banyak hal yang sama atau mirip di sini, seperti mendoakan yang terbaik bagi teman dan kerabat dan memberikan angpao,” kata Adriana.
Editor: Lulu
Terkait
NYALANUSANTARA, Semarang- Tahun baru Imlek merupakan perayaan menyambut…
Terkini
NYALANUSANTARA, Semarang — Genap satu tahun hadir sebagai…
NYALANUSANTARA, Semarang - Menteri Hukum Supratman Andi Agtas…
NYALANUSANTARA, Sukoharjo – Kanwil Kemenkum Jateng bekerja sama…
Semarang — Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mendorong…
Semarang — Hujan yang mengguyur kawasan Tempat Pemrosesan…
NYALANUSANTARA, Semarang – Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng…
NYALANUSANTARA, Jember – Inovasi kendaraan hemat energi Universitas…
NYALANUSANTARA, Temanggung – Universitas Diponegoro (UNDIP) melalui Lembaga…
NYALANUSANTARA, Semarang – Memperkuat langkah menuju World-Class University,…
NYALANUSANTARA, Magelang - Kecelakaan melibatkan dua unit truk…
NYALANUSANTARA, Semarang – Dewan Penyantun Pendidikan Universitas Negeri…

Komentar