Perkuat Edukasi Pengawasan Partisipatif, Warga Tawangmas Semarang Didorong Berani Cegah Pelanggaran Pemilu

Perkuat Edukasi Pengawasan Partisipatif, Warga Tawangmas Semarang Didorong Berani Cegah Pelanggaran Pemilu

NYALANUSANTARA, Semarang —  Kolaborasi Demokrasi Kembali terselenggara antara DPRD dan Bawaslu Kota Semarang dengan tema “Peran Strategis Warga dalam Pencegahan Pelanggaran Pemilu di Kota Semarang” pada Selasa (10/02) di Balai Kelurahan Tawangmas Kecamatan Semarang Barat.

Kegiatan ini dibuka oleh Lurah Tawangmas Bambang Sumedi dan dihadiri oleh narasumber Rahmulyo Adiwibowo Anggota DPRD Fraksi PDI Perjuangan dan Abdul Majid Anggota DPRD Fraksi Partai Gerindra, serta Arief Rahman selaku Ketua Bawaslu Kota Semarang. Hadir pula Ketua RT/RW dan anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) setempat sebagai peserta kegiatan.

Rahmulyo Adiwibowo dalam pemaparannya menekankan pentingnya forum kolaborasi seperti ini sebagai ruang edukasi publik. Ia menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi dan dialog langsung dengan masyarakat sangat dibutuhkan agar warga semakin menyadari pentingnya pengawasan partisipatif.

“Semakin tinggi kesadaran masyarakat terhadap aturan akan potensi pelanggaran, maka semakin kuat pula benteng demokrasi di tingkat akar rumput.” Ucap Rahmulyo

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Semarang, Arief Rahman, menyampaikan bahwa tahapan pemilu akan dimulai pada tahun depan. Ia menegaskan bahwa masyarakat harus memahami adanya rencana pemisahan antara pemilu nasional dan pemilu lokal. Menurutnya, perubahan skema tersebut memerlukan kesiapan dan literasi politik yang lebih baik dari masyarakat agar tidak terjadi kebingungan dalam pelaksanaan tahapan nantinya.

Arief juga menekankan agar pesan penolakan terhadap politik uang terus disematkan dalam setiap kegiatan sosialisasi.

“Tolak politik uang dalam bentuk apa pun. Komitmen bersama ini penting untuk menekan angka pelanggaran dan menjaga marwah demokrasi di Kota Semarang,” tegas Arief.


Editor: Holy

Komentar

Terkini