Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa Desak Deeskalasi dan Gencatan Senjata Segera di Timur Tengah

Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa Desak Deeskalasi dan Gencatan Senjata Segera di Timur Tengah

NYALANUSANTARA, JAKARTA- Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menegaskan kembali seruannya terkait deeskalasi, permusuhan segera, serta perundingan dan dialog yang tulus di Timur Tengah, yang sejalan dengan Piagam PBB, mengungkapkan juru bicara sang sekjen pada Senin (2/3).

   "Sejauh situasi di lapangan, posisi yang disampaikan oleh Sekjen pada Sabtu (28/2) di Dewan Keamanan tetap sangat valid," ujar Stephane Dujarric, juru bicara Guterres, dalam sebuah taklimat harian.

   “Hal yang diperlukan saat ini di kawasan tersebut, lebih dari apa pun, adalah jalan keluar,” tutur Dujarric.

   Dujarric menyampaikan dalam sekitar 48 jam terakhir, sekjen PBB telah berkomunikasi dengan sejumlah pemimpin regional, termasuk Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani dan Menteri Luar Negeri Oman Sayyid Badr bin Hamad bin Hamood Albusaidi.

   "Sekjen memuji Oman atas upayanya dalam memediasi perundingan damai serta menegaskan kembali kecamannya atas serangan terhadap Iran dan serangan Iran di negara-negara Teluk," urainya.

   Selama akhir pekan, sekjen PBB juga mengadakan pembicaraan dengan para duta besar dari Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council), imbuh Dujarric.

   Seiring cepatnya peningkatan dampak kemanusiaan di kawasan tersebut, sekjen PBB sangat khawatir dengan meningkatnya jumlah warga sipil yang membunuh dan kehancuran infrastruktur sipil, ujar Dujarric, sambil menekankan bahwa "hukum humaniter internasional (menyatakan dengan) jelas -- warga sipil harus dilindungi setiap saat, dan infrastruktur sipil juga harus dilindungi."


Editor: Lulu

Komentar

Terkini