Satu Tahun Kepemimpinan Luthfi-Yasin, Ekonomi Jateng Tumbuh Akseleratif

Satu Tahun Kepemimpinan Luthfi-Yasin, Ekonomi Jateng Tumbuh Akseleratif

NYALANUSANTARA, Surakarta– Ekonomi Jawa Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maemoen dinilai tumbuh akseleratif, berkat kolaborasi dengan berbagai elemen. 

Hal itu disampaikan Statistisi Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah Didik Nursetyohadi saat acara Focus Group Discussion (FGD) Satu Tahun Pemerintahan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi-Taj Yasin Maemoen di Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) pada Selasa, 3 Maret 2026. 

“Selama satu tahun terakhir, ekonomi Jawa Tengah itu percepatannya sungguh tajam,” ucapnya.

Dibeberkan dia, pada triwulan pertama dan kedua, BPS mencatat ekonomi Jateng berturut-turut tumbuh 4,9% dan 5,28%. Pada triwulan III naik menjadi 5,37% dan di triwulan IV, naik signifikan di angka 5,87%

Menurut Didik, collaborative governance (pemerintahan kolaboratif) yang ditetapkan Gubernur Ahmad Luthfi, menjadi salah satu faktor perekonomian tumbuh akseleratif dan berkontribusi sebesar 8,22% terhadap perekonomian nasional. 

Dalam aspek kemiskinan, pihaknya menekankan pentingnya melihat kualitas penurunan kemiskinan, bukan sekadar angka persentase penduduk miskin (P0). Indikator kedalaman kemiskinan (P1) dan keparahan kemiskinan (P2) di Jateng, menurutnya menunjukkan perbaikan.

“P1 yang semakin landai, ini menunjukkan beban penduduk miskin semakin ringan. Begitu pula P2 yang membaik, menandakan ketimpangan di antara kelompok miskin semakin mengecil. Ini mencerminkan kualitas penurunan kemiskinan yang lebih baik,” jelasnya.

Menurut dia, sinergi lintas daerah, perguruan tinggi, swasta, serta penguatan peran orkestrasi pemerintah provinsi dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi, mengendalikan inflasi, serta meningkatkan kualitas kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah secara berkelanjutan.

Ketua Tim Percepatan Pembangunan Daeah (TPPD) Jawa Tengah,  Zulkifli menyatakan, model pemerintahan kolaboratif yang dibangun pemerintah provinsi  Jateng tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar berdampak langsung bagi masyarakat.

Selama setahun terakhir, Pemprov Jawa Tengah aktif membangun kerja sama dengan berbagai pihak. Salah satunya dengan perguruan tinggi. Dalam catatannya, saat ini ada 111 perguruan tinggi yang menjalin kerja sama dengan Provinsi Jawa Tengah. 

preferred sources in Google Searc


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini