Agar Tidak Terjadi Degradasi Perilaku, KPK Gelar Pelatihan Penguatan Integritas bagi Personel Polri
Ketua KPK Setyo Budiyanto.
NYALANUSANTARA, Jakarta – Penguatan integritas dan budaya kerja profesional menjadi fokus utama dalam upaya menegakkan hukum yang adil dan dipercaya masyarakat. Untuk itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar Pelatihan Tata Nilai, Penguatan Integritas, dan Antikorupsi (PELATNAS) bagi jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di Gedung Pusat Pendidikan dan Pelatihan Antikorupsi (ACLC) KPK, Selasa, 24 Februari.
Ketua KPK, Setyo Budiyanto, menekankan pentingnya fondasi mental dan integritas sebagai dasar perilaku personel Polri. "Pembekalan ini penting agar tidak terjadi degradasi perilaku ketika para peserta terjun langsung ke lapangan," ujar Setyo dalam keterangan resminya.
Ia juga mengingatkan perlunya kewaspadaan dan komitmen berkelanjutan dalam menjaga integritas. Berdasarkan Survei Penilaian Integritas (SPI) 2025, indeks integritas Polri berada pada angka 71,49 yang masuk kategori rentan.
"Hasil ini menjadi sarana bagi kita melakukan evaluasi keseluruhan dan merupakan tanggung jawab bersama," tegasnya.
Dalam SPI, KPK mengidentifikasi beberapa area yang masih perlu diperkuat, antara lain pengendalian gratifikasi, pencegahan konflik kepentingan, konsistensi penerapan kode etik, serta penguatan budaya organisasi yang berintegritas.
Direktur ACLC KPK, Yonathan Demme Tangdilintin, menekankan bahwa penguatan integritas tidak cukup dilakukan melalui regulasi dan pengawasan semata, tetapi memerlukan pendidikan dan internalisasi yang sistematis serta berkelanjutan.
Pelatihan Batch pertama ini berlangsung selama dua hari, 24–25 Februari 2026, dengan diikuti 41 personel Polri. Sebanyak 31 peserta berasal dari Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum), sedangkan 10 lainnya merupakan perwakilan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor). Kegiatan menghadirkan narasumber dari kalangan praktisi kepolisian, internal KPK, serta akademisi antikorupsi.
Inspektur Pengawas Umum Polri, Wahyu Widada, menyambut positif pelatihan ini sebagai bagian dari komitmen Polri dalam mendukung agenda transformasi institusi. "Dengan budaya organisasi yang baik dari KPK, diharapkan kebaikan tersebut bisa menular ke para personel dan membawa perubahan di tubuh Polri," ujarnya, didampingi Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia, Anwar.
Selain peningkatan pemahaman nilai-nilai integritas, pelatihan ini menargetkan lahirnya rencana aksi individu maupun unit kerja yang berdampak nyata pada tata kelola Polri. KPK menegaskan pentingnya implementasi di lapangan sebagai bukti nyata perubahan.
Sebagai lembaga publik yang membawa mandat pengawasan dan pengayoman masyarakat, KPK berharap kolaborasi dengan Polri ini dapat memberi manfaat langsung bagi masyarakat dan mendorong kepolisian menjadi lebih profesional, bersih, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Editor: Redaksi
Terkait
NYALANUSANTARA, Semarang- Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi kaget…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Fairuz A Rafiq memberikan tanggapan terkait penangkapan…
Terkini
NYALANUSANTARA, Jakarta– Pemerintah resmi mengumumkan jadwal lengkap penyelenggaraan…
NYALANUSANTARA, Karanganyar– Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meresmikan…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Mercedes-Benz resmi memperkenalkan versi facelift dari Mercedes-Benz…
PLN Indonesia Power UBP Semarang Perluas PLTS Apung dan Rooftop, Guna Perkuat Transisi Energi Bersih
NYALANUSANTARA, Semarang– PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis…
NYALANUSANTARA, DEMAK- Apple disebut mengalami kendala dalam pengembangan ponsel…
NYALANUSANTARA, Semarang– Banjir yang melanda Solo Raya sejak…
NYALANUSANTARA, Jakarta– Pemerintah terus mempercepat realisasi program 3…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Oppo bersiap meluncurkan smartphone terbarunya, Oppo F33…
NYALANUSANTARA, Semarang – Sebanyak 63 Aparatur Sipil Negara…
NYALANUSANTARA, Sragen– Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Xiaomi secara diam-diam menghadirkan dua smartphone terbarunya,…
Komentar