Program Kencan Bumil di Jateng, Inovasi untuk Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi
NYALANUSANTARA, Semarang– Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, meluncurkan program inovatif bernama "Kencan Bumil" (Kenali dan Cek Kesehatan Ibu Hamil) dalam rangka menekan angka kematian ibu (AKI) dan bayi (AKB) di Jawa Tengah.
Program itu digelar melalui webinar "Jupiter (Jumat Pinter)" yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Jumat, 6 Maret 2026.
Nawal Arafah Yasin mengungkapkan bahwa Kencan Bumil merupakan gerakan kolaboratif lintas sektor yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan ibu hamil di seluruh Jawa Tengah. "Kencan Bumil ini merupakan salah satu gerakan kolaboratif untuk kenali dan cek kesehatan ibu hamil," ujarnya dalam acara tersebut.
Ia memaparkan data yang menunjukkan penurunan signifikan angka kematian ibu di Jawa Tengah dalam lima tahun terakhir. Pada tahun 2021, tercatat 1.011 kasus AKI. Angka ini terus menurun menjadi 485 kasus pada 2022, 438 kasus pada 2023, 427 kasus pada 2024, dan akhirnya 337 kasus pada 2025. Walaupun demikian, Nawal menekankan bahwa penurunan tersebut harus terus didorong agar lebih banyak ibu hamil dapat mendapatkan layanan kesehatan yang optimal.
Program Kencan Bumil tidak hanya berfokus pada pemeriksaan kesehatan, tetapi juga pada peningkatan pengetahuan ibu hamil, perluasan jangkauan sasaran, serta memastikan pemeriksaan kehamilan sesuai dengan standar yang ditetapkan. Program ini juga akan memperkuat pendampingan berkelanjutan oleh kader dan petugas kesehatan, serta mencegah risiko bagi ibu hamil dan bayi sejak dini.
"Satu kader akan mendampingi satu ibu hamil mulai dari fase prahamil, masa kehamilan, persalinan, hingga nifas. Kader akan melakukan kunjungan rutin ke rumah ibu hamil, memberikan edukasi, dan memastikan ibu hamil mendapat pemeriksaan kesehatan yang diperlukan," jelas Nawal.
Program ini melibatkan berbagai pihak, termasuk kader PKK, Posyandu, Tim Pendamping Keluarga (TPK), serta pemerintah kabupaten/kota, desa/kelurahan, dunia usaha, perguruan tinggi, dan fasilitas kesehatan masyarakat. Nawal berharap kolaborasi ini dapat mempercepat penurunan AKI dan AKB serta memperkuat layanan kesehatan bagi ibu hamil.
"Kolaborasi menjadi kunci keberhasilan program ini. Pemerintah hadir dengan penuh keadilan, kepedulian, dan keterpaduan dalam gerakan Kencan Bumil," tambahnya.
Sebagai langkah awal, program Kencan Bumil akan diluncurkan secara resmi pada 31 Maret 2026, dan empat daerah telah ditunjuk sebagai pilot project: Kabupaten Sragen, Blora, Kebumen, dan Kota Pekalongan. Program ini juga akan terintegrasi dengan layanan "Dokter Spesialis Keliling" (Speling), yang menyediakan layanan ANC bagi ibu hamil untuk memantau kesehatan ibu dan janin serta mendeteksi risiko komplikasi sejak dini.
Hingga saat ini, sebanyak 12.110 ibu hamil telah memanfaatkan layanan ANC melalui program Speling. Dari jumlah tersebut, 8.466 ibu hamil mengalami kehamilan yang sehat, sementara 3.644 ibu hamil tergolong berisiko tinggi.
Editor: Redaksi
Terkait
NYALANUSANTARA, Tegal- Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga…
Terkini
NYALANUSANTARA, Semarang – Dinas Perhubungan atau Dishub Kota…
NYALANUSANTARA, KENDAL- Tesla Model Y menjadi salah satu kendaraan…
NYALANUSATARA, JAKARTA- Festival Film Cannes 2026 akan kembali digelar…
NYALANUSANTARA, SUARABAYA- Masalah kesehatan mental remaja kini dinilai menjadi…
NYALANUSANTARA, SURABAYA- Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga kembali…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Pendukung klub-klub Arsenal, Liverpool, Chelsea, dan Manchester…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Bank Negara Malaysia dan Bank Indonesia resmi…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Tim ekonom Bank Central Asia menilai Tiongkok…
NYALANUSANTARA, Semarang — Proses pewarganegaraan bukan sekadar urusan…
NYALANUSANTARA, Semarang - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjatuhkan…
NYALANUSANTARA, Semarang – Kanwil Kemenkum Jateng mendukung peningkatan…
Komentar